Mencari Jalan dengan Hijab: Pergulatan Pribadi Saya
Assalamualaikum, semuanya. Aku udah pakai hijab selama empat tahun sekarang, dan ini bener-bener ujian buatku. Aku memutuskan buat mulai berhijab atas kemauanku sendiri, mencari ridha Allah, dan aku mikir lama banget sebelum ambil langkah ini-meskipun aku tau mungkin nggak bakal suka rasanya. Jujur aja, sampe sekarang pun aku masih belum suka. Ini sama sekali bukan soal pendapat orang lain; aku kan orangnya tipe yang lebih fokus sama cara aku lihat diri sendiri. Dan saat ini, aku nggak puas sama yang aku lihat. Pergulatannya bukan tentang diterima atau terlihat bagaimana di mata orang; tapi ada jarak yang besar antara yang aku rasain di dalam sama sosok yang nongol di kaca. Pikiranku kayak nggak nyampe ke versi berhijab ini, dan aku terus inget gimana penampilan dan perasaanku dulu tanpanya. Itu bikin semuanya terasa aneh dan kayak bukan aku. Ini jadi pertarungan sehari-hari tentang siapa aku sebenernya. Lebih dalam dari sekadar baju atau mode-ini tentang pengalaman keseharian dan apakah aku merasa pantulan di kaca cocok sama siapa aku di dalam. Aku udah coba buat menerima, mengatasi, atau bahkan coba berbagai gaya biar bisa nyaman, tapi perasaan nggak enak itu tetap nyelipet aja. Kadang aku merasa terjebak, terbelah antara setia sama pilihan yang aku ambil demi Allah dan harus menghadapi rasa nggak nyaman terus-terusan karena nggak sepenuhnya mengenali diri sendiri. Rasanya kayak ada bagian identitasku yang ilang dan nggak bisa kembali. Rasa percaya diriku bener-bener turun gara-gara ini. Dulu aku suka banget foto-foto, tapi sekarang hampir selalu ngehindarin. Kebanyakan fotoku pake hijab terasa nggak pas di mataku, dan ada momen di mana aku lirik ke kaca dan rasanya kayak liat orang asing. Tiap hari aku mikirin buat lepasin, dan aku tau aku bisa, tapi rasa takut jatuh ke dosa dan perasaan bersalah cuma gara-gara memikirkannya aja bikin aku nggak jadi. Hidup sama pertarungan batin yang terus-terusan ini melelahkan banget. Aku udah coba bilang ke diri sendiri bahwa nggak penting suka atau nggak soalnya ini kewajiban, dan aku udah berusaha bikin gayanya bagus dan pura-pura sampe terasa biasa, tapi meskipun aku tau penampilanku oke, tetep aja rasanya bukan aku yang sebenarnya.