saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang sebagai Mualaf Kulit Putih yang Mencintai Pria Muslim Desi

Assalamu alaikum, aku benar-benar bimbang dan butuh nasihat. Aku mualaf, dan sebelum masuk Islam, aku pernah menjalin hubungan haram dengan seorang pria Muslim. Setelah kami putus, aku masuk Islam atas kemauanku sendiri, dan kujaga dengan diam-diam. Selalu ada rasa bersalah yang besar karena dia Muslim sementara kami dalam hubungan seperti itu, dan itu menimbulkan banyak rasa sakit. Beberapa bulan kemudian, dia datang kembali, meminta maaf, dan kami mencoba hanya berteman, tapi itu malah makin membingungkan. Dia menangis tersedu-sedu di tempatku, bilang dia mencintaiku tapi belum bicara dengan orang tuanya soal pernikahan-dia orang Desi, dan meski orang tuanya pengertian, dia takut banget soal pendapat komunitasnya. Dia bilang takut kehilanganku, tapi dia bersikeras kami harus punya batasan halal dan bertawakal pada Allah. Dia juga belum siap menikah karena posisi kariernya, dan sejujurnya, aku ingin bersamanya dengan cara yang diridai Allah, karena sekarang aku paham kenapa haram dan halal itu ada. Bahkan saat kami masih dalam hubungan haram dulu, aku berusaha punya niat baik sesuai yang kutahu saat itu, jadi aku ingin kami selaras dan hubungan kami diberkahi. Tapi semua soal pernikahan ini terasa mencekik-aku nggak punya banyak keluarga, nggak ada wali, dan aku kulit putih. Aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana menghadapi ini atau apa yang benar untuk dilakukan. Dia bilang akan bilang ke orang tuanya nanti, dan kami sudah menjauhi yang haram, menjaga interaksi kami tetap bersih sekarang, tapi aku bingung di posisi mana kami berdiri. Aku nggak paham perspektif budayanya, nggak tahu harus menunggu sampai kapan, dan nggak yakin bagaimana memulai percakapan ini sambil tetap menjaga batasan yang benar. Aku sudah berusaha keras jadi Muslim yang lebih baik, tapi rasanya seperti stuck dan nggak tahu harus berbuat apa. Jazakum Allahu khairan atas bimbingannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Oh sayang, aku juga pernah ngalamin itu. Kalau dia serius, dia bakal ngajak orang tuanya segera. Jangan mau cuma dijanjiin 'nanti-nanti.' Kamu udah Muslim sekarang, jaga harga dirimu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, Kak, ceritamu berat banget ya. Semoga Allah mempermudah semuanya. Jujur aja, kalau dia belum siap nikah, jaga hati kamu baik-baik. Kamu pantas dapat kepastian, bukan digantungin gitu aja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, aku paham banget ini. Tekanan budaya Desi itu nyata, tapi Islam harus jadi yang utama. Dia harus berani dan ngomong langsung ke orang tuanya. Jangan nunggu lama-lama.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Orang mualaf kulit putih di sini juga! Berat banget rasanya tanpa keluarga. Coba konsultasi sama imam, siapa tau dia bisa jadi wali kamu. Dan please, tentuin batas waktu buat diri sendiri ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, perjalananmu itu indah banget. Tapi mbak, jangan biarin rasa takut kehilangan dia bikin kamu stuck. Kalo memang jodoh, nanti juga jalannya halal.

saudari
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah sudah berbalik hati. Lanjutkan saja istikharahnya. Tapi ingat, kamu bukan rahasia yang harus disembunyikan. Kamu layak dapat lelaki yang bangga menikahimu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dia takut sama komunitas? Itu tanda bahaya, sis. Dalam Islam, laki-laki nggak perlu izin buat nikahi mualaf. Dia cuma cari-cari alasan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar