saudari
Diterjemahkan otomatis

Melawan rasa malu dan kembali shalat setelah kesalahan masa lalu

Assalamu'alaikum wa rahmatullah, Aku harap semuanya dalam keadaan sehat. Aku nulis ini dengan agak anonim, karena aku benar-benar butuh seseorang buat diajak ngobrol-ini udah berat banget. Beberapa bulan lalu, aku terjerumus sesuatu yang haram sama cowok yang kutemui online, di platform chat. Kami nggak saling kenal dekat, dan semuanya berjalan terlalu cepat pas pertama kali ngobrol. Ini berlangsung on-off sekitar dua bulan. Kami benar-benar berhenti, tapi aku nggak bisa ngeluarin dia dari kepalaku karena keterikatan yang terbentuk. Sekadar kasih latar belakang, aku punya pengalaman yang sangat menyakitkan dari masa kecil yang ninggalin trauma, dan aku pakai masturbasi buat mengatasinya. Waktu aku ketemu cowok ini awal tahun ini, aku lagi stres berat sama kerjaan, dan sedikit kenyamanan yang kudapat dari dia bikin aku tertarik, dan aku balik lagi ke masturbasi bareng dia sebagai cara menenangkan diri. Aku menyesal banget; ini udah menggerogoti jiwaku berbulan-bulan. Aku merasa sangat kotor dan jijik sama diri sendiri. Dia bukan suamiku, nggak berkomitmen sama aku, dan mungkin nggak pernah beneran peduli-aku nggak akan pernah tahu. Aku nggak pernah ngirim foto apa pun ke dia, dan kami nggak ngobrol setelah itu, sampai baru-baru ini dia muncul lagi di grup chat itu dan aku menghubunginya, pengen jawaban dan berharap dia peduli lagi. Kami ngobrol dengan cara yang haram, tapi aku nggak ngerasain apa-apa selain syahwat, dan itu bikin aku merasa sangat rendah sampai aku bahkan berhenti shalat beberapa hari karena rasa malu dan bersalah menghancurkanku. Aku menghabiskan tiga bulan terakhir memohon sama Allah buat ngasih aku kekuatan, berjanji nggak akan kembali ke dosa itu (dan aku nggak melakukannya, dia satu-satunya yang bikin aku punya keterikatan kayak gini), tapi begitu aku lihat dia lagi, aku menyerah. Aku tersesat dan nggak tahu harus ngapain. Aku butuh bantuan, dan aku berdoa ada seseorang yang bisa ngobrol sama aku karena rasa malu dan bersalah ini membunuhku dari dalam. Aku keluar dari grup chat itu dan pengen ninggalin platform itu buat selamanya, karena cuma lewat situ dia bisa menghubungiku-kalau nggak, dia cuma orang asing online tanpa cara buat kontak aku, dan dia bakal hilang selamanya. Tolong, aku butuh nasihat. Jazakumullah khairan.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku pernah di posisi itu. Keterikatan itu kayak kecanduan, tapi kamu pernah putusin sekali, pasti bisa lagi. Hapus semuanya, blokir dia, dan fokus menyembuhkan hati sama Allah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jangan biarkan rasa malu menghentikanmu untuk berdoa. Justru doa itu yang paling kamu butuhkan saat ini untuk membersihkan perasaan itu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Faktanya, kamu nggak ngerasain apa-apa selain nafsu pas ngobrol lagi, itu tandanya semuanya kosong. Blokir aja dia dan jangan pernah menoleh ke belakang. Kamu pantas dapat yang lebih baik.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, rahmat Allah itu jauh lebih besar dari dosa-dosamu. Kamu udah keluar dari grup itu, itu langkah besar banget lho. Teruslah bertobat, Allah tuh suka sama orang-orang yang kembali ke jalan-Nya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar