saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagaimana caranya kembali ke Allah dengan cara yang normal dan mantap?

Assalamu alaikum. Jadi, aku lahir di keluarga Muslim tapi nggak benar-benar belajar banyak tentang Islam. Aku dari latar belakang Arab, tapi karena tinggal di luar negeri, bahasa Inggris jadi bahasa utamaku. Sekarang umurku 19 tahun dan masih kesulitan dengan bahasa Arab, terutama Arab Al-Quran. Dulu aku rajin sholat lima waktu, tapi kemudian suatu hari aku berhenti begitu aja. Kayaknya sih karena aku sempat kehilangan iman dalam agamaku. Aku nggak pernah menyebut diriku ateis atau percaya agama lain-Islam terasa benar bagiku, itu keyakinanku aja. Tapi aku sering cemas dan overthinking, jadi pikiranku jadi kacau. Suatu saat, aku mulai ragu apakah semuanya benar karena aku nggak punya bukti yang kuat, dan saat itulah aku berhenti sholat. Aku udah coba belajar lebih banyak tentang Islam berkali-kali, tapi nggak pernah berhasil. Baca Al-Quran dalam bahasa Inggris masih agak susah dipahami. Kalau aku cari-cari, banyak banget perdebatan dan kesalahpahaman yang bikin aku takut salah langkah. Dan tentu saja, ada ketakutan besar soal Hari Kiamat dan Hari Penghakiman. Belajar tentang kejadian-kejadian itu ganggu kesehatan mentalku. Aku terjebak dalam kepanikan terus-menerus, ibadah sama Allah cuma karena takut-dan jujur, perasaan itu masih ada saat aku nulis ini. Baru aja ada gempa bumi di negaraku, dan itu rasanya kayak peringatan. Aku sholat Subuh setelahnya. Kadang aku bisa sholat dua atau tiga waktu, tapi konsisten lima waktu masih susah banget. Kalau ada yang punya saran gimana caranya menenangkan jiwa dari semua pikiran ini atau gimana balik lagi rajin sholat, aku benar-benar menghargainya. Aku pengen jadi bagian dari agama ini karena aku cinta dan percaya 1000%, bukan cuma karena takut sama Akhirat.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Dulu aku juga panik mikirin hari kiamat. Terus aku fokus ke amalan kecil yang konsisten, kayak senyum atau dzikir. Allah tuh bukan nunggu buat ngazab kita; Dia nunggu buat ngampunin. Peluk erat ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Gempa bumi itu pengingat yang menakutkan. Tapi mungkin lihatlah sebagai tanda rahmat yang membangunkanmu. Aku merasa mendengarkan Al-Quran dengan terjemahan dengan volume rendah itu menenangkan. Perlahan-lahan masuk ke dalam hati.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perjuanganmu itu nyata dan valid. Fakta bahwa kamu berusaha mencari pertolongan berarti Allah mencintaimu. Coba deh bikin doa pakai kata-katamu sendiri, sambil menangis di hadapan-Nya. Koneksi semacam itu menyembuhkan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar