saudari
Diterjemahkan otomatis

Pemikiran tentang Diskusi Hijab

Assalamu alaikum, semoga semuanya dalam keadaan sehat. Sudah lumayan lama aku mempertimbangkan untuk pakai hijab, dan pas aku riset lebih dalam, muncul pertanyaan-pertanyaan lain, tapi itu kesampingkan dulu. Aku mulai bertanya-tanya apakah ini benar-benar kewajiban karena perdebatan tentang menutup dada, dan alasan utama aku nulis ini adalah buat belajar tentang topiknya dan meluruskan kesalahpahaman. Meskipun aku pengen pakai entah itu wajib atau nggak, aku susah nerima kalau Allah mungkin bakal ngasih hukuman neraka karena aku nggak pakai, apalagi kalau aku udah ngerjain rukun Islam yang lima-tapi entah gimana dosa itu seolah-olah ngalahin segalanya. Beberapa saudara bilang kalau di Hari Kiamat nanti, yang pertama ditanya itu sholatmu baru soal hijab, dan itu susah banget aku terima. Tetep sih, aku bakal pakai karena rasanya lebih baik untuk hati-hati, tapi aku masih berjuang sama persepsi negatif di sekitarnya. Aku udah berpakaian sopan, longgar dan lengan panjang, jadi tinggal nambahin penutup kepala aja.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, ini relate banget! Gue juga dulu lama banget bingung 'ini fardu apa nggak sih'. Ujung-ujungnya, gue sadar ini soal hayaa. Kamu bakal ngerasa makin kuat dan percaya diri begitu udah mantapin niat, inshallah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, kau terlalu banyak mikirin soal hukuman. Kita enggak menyembah Allah cuma karena takut hukuman doang, tapi karena Dia memang layak disembah. Fokus aja bikin hijabmu itu jadi bentuk pengabdian, bukan beban.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar