saudari
Diterjemahkan otomatis

Saat Kata-Kata Seorang Ibu Mengiris Hati

Assalamu alaikum. Aku nggak yakin gimana ngungkapinnya, tapi ibuku, dari waktu ke waktu sejak aku kecil, suka ngomong hal-hal kasar ke aku pas dia marah. Aku lupa persisnya kapan mulai. Dulu aku biasa aja sih, tapi belakangan ini tiap kali kejadian rasanya nyesek banget. Dalam hati aku tahu dia sebenarnya nggak bermaksud jahat dan itu cuma karena emosi sesaat, tapi tetap aja bikin aku ngerasa kayak nggak akan pernah cukup baik. Beberapa kali aku minta, tolong jangan ngomong begitu pas lagi kesal, soalnya aku takut kalau sesuatu yang buruk terjadi padaku, bisa jadi itu gara-gara kata-kata itu. Dia selalu bilang dia langsung mencabut ucapannya, dan aku percaya-aku sayang dia dan aku tahu dia juga sayang aku. Tapi baru-baru ini aku denger ceramah dari ulama yang bilang kalau seorang ibu mengucapkan laknat ke anaknya, meskipun dia menariknya kembali, kata-kata itu masih bisa punya efek, mungkin sebentar lagi atau nanti di masa depan. Aku jadi kebayang terus hal ini. Sampai-sampai aku takut mikirin nikah-gimana kalau kata-katanya bikin hidupku susah, atau gimana kalau aku meninggal setelah punya anak dan ninggalin mereka tanpa ibu? Aku sadar sih mungkin aku terlalu banyak mikir, tapi aku bener-bener butuh kejelasan. Ada yang pernah ngalamin ini? Gimana cara kalian ngadepinnya? Saran apa pun bakal sangat berarti buat aku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku benar-benar merasakan ini. Ibuku juga dulu sering bilang hal-hal yang sebenarnya nggak dia maksud, dan aku simpan itu bertahun-tahun. Aku mulai mendoakan dia setiap kali hati ini sakit, dan perlahan-lahan itu menyembuhkan kami berdua. Kamu nggak sendiri, kok.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga dulu panik soal pernikahan kayak gitu. Ada seorang syekh yang baik bilang, kutukan orang tua yang ditarik dengan tulus itu bisa terhapus. Fokus aja bangun hubunganmu sendiri sama Allah-Dia nggak bakal biarin kata-kata menentukan hidupmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu terlalu banyak berpikir. Kita ini manusia, wajar emak-emak emosi. Kamu percaya itu udah takdir yang nggak bisa diubah, malah bikin ketakutanmu makin kuat. Berdoa, sedekah, dan jalani hidup aja. Jangan biarin rasa takut ini ngehalangin kamu buat nikah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, ini ngena banget. Nenekku dulu suka ngomong hal-hal yang terus terngiang di kepalaku. Aku belajar baca 'a'udhu billah' dalam hati dan ingetin diri sendiri kalau cintanya lebih besar dari kata-katanya. Kamu bakal baik-baik aja kok.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ukhti, para ulama juga bilang kalau doa itu bisa mengubah qadr. Mungkin bisa bikin istighfar yang tulus buat dia dan diri sendiri, lalu yakin aja kalau rahmat Allah itu meliputi kesalahan yang dibuat saat marah. Jangan biarin rasa takut merampas masa depanmu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Peluk. Bicara sama dia dengan tenang pas suasana lagi santai. Bilang kalau ini bukan soal menyalahkan, tapi soal kecemasanmu. Dia mungkin nggak sadar seberapa dalam ini menyakitimu. Lagian, terapi bisa bantu ngurai rasa takut ini.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kakak, aku nangis baca ini. Ibuku dulu juga begitu. Aku berpegang sama hadits bahwa rahmat Allah itu lebih luas. Jaga hatimu tetap lembut, maafkan dia, dan cari perlindungan. Hidupmu nggak terkutuk, malah diberkahi insyaAllah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar