Mencari Panduan untuk Hubungan Kakakku
Assalamu alaykum. Aku butuh nasihat soal kakak laki-lakiku. Kami dibesarkan di lingkungan Muslim yang lumayan sekuler, di mana orang ngaku Muslim tapi jarang ngamalin. Setelah pindah ke Kanada, aku (adik perempuannya) mulai serius belajar Islam, ambil syahadat dengan keyakinan, dan mulai menjalankan agama. Waktu itu, aku lagi dalam hubungan jangka panjang sama cowok non-Muslim, dan kami berencana nikah. Kami putus karena dia nggak bisa terima Islam, dan aku nggak mungkin lanjut sama pasangan yang bukan Muslim. Kalau kakakku, dia belum resmi balik ke Islam, tapi aku lihat dia makin dekat, pengin belajar dan mulai shalat. Dia lagi dekat sama cewek yang latar belakangnya mirip, dari keluarga Muslim sekuler. Cewek itu bilang dia Muslim, mereka jaga pergaulan tetap halal, dan niatnya mau nikah siri sebentar lagi. Tapi baru-baru ini, kakakku tahu kalau dia sebenarnya nggak bener-bener beriman-waktu kecil dia dipaksa ngamalin agama dan cuma punya pengetahuan dasar. Dia bahkan ngutarain kekhawatiran kayak perempuan dipaksa dalam Islam dan debat soal evolusi. Kakakku bimbang dan minta pendapatku. Aku khawatir kasih saran yang salah karena dia percaya banget sama aku, apalagi aku pernah di posisi mirip. Dia kesel karena cewek itu sembunyiin hal ini, soalnya dia membayangkan nikah sama perempuan Muslim buat bangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Kalau mereka nikah siri, apakah nikahnya batal? Haruskah dia putusin? Untuk sekarang, aku saranin dia dalemin dulu ilmu Islamnya sendiri, riset, dan mungkin share pelan-pelan ke ceweknya. Dia nggak mau maksa-hidayah itu cuma dari Allah. Kakakku umur 26, dan ceweknya sekitar 22 atau 23. Dia masih cukup muda, dan pandangannya bisa aja berubah seiring waktu; aku dulu juga beda banget pas umur segitu. Dia orangnya bener-bener baik: pintar, rajin, hatinya lembut. Makanya aku ragu suruh dia langsung putusin, apalagi nyari jodoh yang cocok itu udah susah. Semoga Allah kasih kejelasan.