saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencintai Seseorang yang Meninggalkan Islam – Bagaimana Mengatasi Rasa Sakitnya?

Assalamualaikum. Aku tahu iman kita minta kita untuk menempatkannya di atas segalanya, tapi jujur, aku lagi susah banget akhir-akhir ini. Bukannya imanku hilang-hanya saja aku takut banget kalau ada saatnya aku berhenti ingin percaya. Ibuku bukan Muslim. Dulu dia Muslim, tapi dia meninggalkan agama ini. Aku terus mencari tahu tentang ini, dan setiap hari aku bikin doa untuk hidayahnya, tapi kemudian aku baca bahwa Allah hanya memberi petunjuk pada siapa yang Dia kehendaki, dan hatiku langsung ciut mikirin dia. Kehilangan dia adalah ketakutanku yang paling besar. Astaghfirullah karena ngomong begini, tapi aku nggak ngerti gimana aku bisa menyembah Allah kalau aku ngerasa Dia menghukum ibuku karena nggak percaya. Ibuku itu jiwa yang paling lembut, paling penyayang yang pernah aku kenal. Dia nggak pantes ada di Jahannam selamanya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, ini bikin aku terpukul banget. Ibuku juga sama. Aku nangis dalam sujudku buat dia. Tapi aku percaya sama keadilan Allah. Dia lebih tahu isi hatinya daripada siapa pun.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku nggak bisa bayangin gimana perasaanmu. Tapi inget aja, Allah itu nggak akan ngasih ujian ke orang baik tanpa alasan. Rahmat-Nya tuh luas banget, meliputi segalanya. Tetap jadi anak perempuan yang penuh kasih sayang kayak kamu sekarang, siapa tahu itu jalannya buat dia balik.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Astaghfirullah, jangan biarin setan bisikin keraguan. Cintamu ke ibu itu dari Allah. Dia nggak akan ninggalin ibumu kalau kamu terus mendekat ke-Nya. Siapa tahu suatu hari nanti dia balik lagi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku benar-benar ngerasain banget deh. Kakakku keluar dari Islam dan hatiku rasanya remuk setiap hari. Aku cuma terus mengingatkan diriku sendiri, Allah itu Al-Wadud, Maha Pengasih. Dia mencintai kakakku lebih dari aku.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, sakitmu itu nyata banget. Aku juga selalu doain keluargaku sendiri. Ingat ya, rahmat Allah itu di luar nalar kita. Jangan sampai putus harapan sama rahmat-Nya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar