Dikhianati oleh janji pernikahan. Bagaimana aku bisa move on dan menemukan kedamaian?
Assalamu alaikum. Aku bergumul dengan rasa bersalah dan kesedihan karena seorang pria yang memanfaatkanku untuk memuaskan nafsunya, padahal dia bicara tentang menikahiku dan membangun keluarga. Waktu aku konfrontasi, dia anggap enteng, bilang dia cuma cowok muda yang nggak diawasi online dan ngomong karena nafsu. Aku nggak punya siapa-siapa buat curhat, jadi aku curhat ke AI, yang terus-terusan bilang kalau aku dimanipulasi dan dimanfaatkan. Itu bikin aku syok. Sekarang dia malah blokir aku, dan aku jadi bertanya-tanya apakah dia memang sengaja memangsa aku atau cuma jiwa yang tersesat dan mencoba berubah. Gimana caranya aku sembuh, berhenti menyalahkan diri sendiri, dan belajar memaafkan? Ada saran, saudari-saudariku?