saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari titik tengah yang adil dengan teman serumah Muslimku?

Assalamu alaikum! Kuharap gak apa-apa aku nanya di sini, meskipun aku sendiri bukan Muslim. Baru-baru ini aku pindah dan tinggal bareng enam cewek yang nyewa rumah bersama. Kami masing-masing punya kamar sendiri, tapi dapur dan ruang tamu dipakai bareng. Salah satu teman serumahku seorang Muslimah, dan aku bener-bener pengen menghormati kenyamanannya. Aku gak pernah minum alkohol, tapi sekitar sebulan sekali aku makan edible. Aku sama sekali gak ngerokok. Waktu kami ngobrolin batasan masing-masing, aku nyebutin ini ke dia, dan dia gak nyaman kalau aku pakai edible di dalam rumah. Aku udah janji gak bakal ada permen jeli yang tergeletak di mana-mana, dan aku bakal menyendiri kalau efeknya kerasa, kecuali kalau mau ambil sesuatu di dapur. Tapi dia lebih suka kalau aku cuma pakai di luar rumah kami. Ada saran buat kompromi? Aku gak mau ngerasa kaya sembunyi-sembunyi di rumah sendiri, tapi aku juga bener-bener pengen menjaga perasaannya dan keyakinannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Belum ada komentar

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar