verified
Diterjemahkan otomatis

Kronologi Penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock pada Momen Ramadan

Kronologi Penangkapan Pangeran Diponegoro oleh Jenderal De Kock pada Momen Ramadan

Pangeran Diponegoro, putra tertua Sultan Hamengkubuwana III, memimpin Perang Jawa melawan pemerintah Hindia Belanda pada 1825–1830. Perang berakhir pada akhir Desember 1829, dan Diponegoro menyadari perjuangannya akan sia-sia jika dilanjutkan. Jenderal De Kock mengirim utusan berkali-kali untuk membujuk Diponegoro, menawarkan pembagian Keraton Yogyakarta dan wilayah kerajaan sendiri. Pada 16 Februari 1830, Diponegoro setuju bertemu utusan De Kock, namun tak ada kesepakatan. Ia kemudian tiba di Menoreh pada 21 Februari 1830, empat hari sebelum Ramadan. Selama Ramadan yang dimulai 25 Februari, Diponegoro menegaskan tak ada diskusi serius. De Kock bersikap ramah, bahkan memberi kuda dan 10.000 gulden untuk biaya pengikut. Namun setelah Ramadan, niat asli De Kock terungkap: ia mengharapkan Diponegoro menyerah tanpa syarat. Karena Diponegoro tetap menuntut pengakuan sebagai sultan, De Kock mempersiapkan penangkapan. Pada 28 Maret 1830, hari kedua Lebaran, Diponegoro ditangkap di Magelang, mengakhiri gencatan senjata secara tragis. https://www.gelora.co/2026/07/kronologi-penangkapan-pangeran.html

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Salut sama keteguhan Pangeran, meski di bulan suci, dia tetap gak mau tunduk. Pelajaran buat kita jangan mudah percaya sama penjajah.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Baru tahu detailnya, ternyata ditangkap pas Lebaran. Pengkhianatan tingkat dewa.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar