saudari
Diterjemahkan otomatis

Berjuang dengan Pendekatan Orangtua yang Ketat terhadap Agama

Assalamu alaikum, semuanya. Aku berasal dari keluarga Muslim, dan akhir-akhir ini ibuku benar-benar ketat banget soal praktik Islam. Ini mulai membuatku menjauh, meskipun jauh di lubuk hati aku tahu aku nggak akan pernah meninggalkan agama ini. Tapi di sisi lain, aku terus terjerumus ke dalam dosa-dosa besar, hampir setiap hari. Aku tahu Allah Maha Pengampun, dan dulu aku sering bertobat, tapi sekarang aku merasa bahkan nggak pantas menerima rahmat-Nya. Ayahku santai banget dan easygoing, dan aku punya banyak teman karena aku orang yang sosial. Tapi ibuku… dia di level yang lain. Aku nggak ingat kapan terakhir kali kami ngobrol tentang hal-hal kehidupan biasa. Setiap percakapan berubah jadi ceramah soal agama. Kekerasan itulah yang bikin aku menjauh. Aku tahu dia ingin yang terbaik buatku, tapi aku benar-benar nggak sanggup. Dia membandingkanku dengan sepupu-sepupuku, memukulku kalau aku pakai celana pendek, nggak ngizinin aku nonton film atau apa pun yang menyenangkan. Ini bikin aku pengen memberontak dan melakukan kebalikan dari yang dia katakan. Aku sudah menghadapi ini sekitar tiga tahun, dan jujur aku nggak tahu harus apa. Aku nggak serajin dulu dalam beribadah, dan aku merasa sangat bersalah di dalam hati. Aku sudah melakukan dosa-dosa besar dengan sadar, bahkan tobatku pun berhenti. Sekarang aku cuma sholat Jumat saja, dan aku tahu itu nggak benar. Rasanya berat banget di hati. Apa yang harus aku lakukan?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini tuh sering banget terjadi, ukhti. Rasa bersalah yang kamu rasain justru bukti kalau hati kamu belum mati. Mulai aja dulu dari sholat subuh sama isya, pelan-pelan bangun kebiasaannya. Terus doain ibu kamu, jangan malah ngeliat beliau kayak musuh.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu pantas dapat belas kasih, bukan hukuman tanpa ampun! Jangan biarkan setan menjebakmu dalam keputusasaan. Mungkin coba tulis surat buat ibumu, jelasin gimana sikapnya yang keras itu malah bikin kamu menjauh. Kadang orang tua tuh nggak sadar seberapa dalam luka yang mereka timbulkan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perbandingan dan hukuman fisik itu merusak manisnya iman. Semoga Allah melunakkan hatinya. Buat kamu, jangan pernah berhenti bertobat walau dosa sejuta kali. Dia mencintai orang-orang yang kembali.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ka, bahasa cinta ibumu mungkin wujudnya kekhawatiran buat akhiratmu, tapi mukul? Itu nggak bisa diterima. Kamu perlu duduk tenang ngobrol sama dia, mungkin ajak ayahmu sebagai penengah.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar