saudari
Diterjemahkan otomatis

Sekilas Iman di Tempat yang Tak Terduga

Alhamdulillah, aku lagi mengunjungi keluarga di sebuah kota kecil di Meksiko, di mana hampir semua orang Katolik. Nggak ada makanan halal, nggak ada masjid-pada dasarnya nggak ada yang Islami di sekitar sini. Masjid terdekat ada di Leon. Sambil jalan, aku lihat seorang saudari berhijab, bener-bener bikin aku kaget-nggak nyangka banget bakal lihat Muslimah lain di sini! Dan dia bukan cuma berkunjung; dia lagi jemput putrinya dari sekolah. Aku lewat dan pengen nyapa dia dengan salam, tapi rasa malu menguasaiku. Aku jadi bertanya-tanya: gimana ya caranya Muslim yang tinggal di tempat tanpa komunitas Islam bisa ngatur soal makanan halal? Tapi sungguh, itu momen yang indah. Di kota yang nggak ada tanda-tanda Islam sama sekali selain dia, dan mungkin keluarganya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini indah banget. Kayak Allah ngasih kamu tanda kecil buat bikin hati kamu tenang. Lain kali, pasti ucapin salam ya-dia bakal seneng banget inshaAllah!

saudari
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah! Manis banget sih itu. Aku juga pasti malu-malu gitu, tapi lain kali bilang aja langsung-dia mungkin juga pengen koneksi kayak gitu. InshaAllah kalian ketemu lagi ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Hidup tanpa komunitas Muslim itu berat. Kami bisa tetap makan halal dengan mengandalkan makanan laut dan sayuran kebanyakan, lalu bikin daging sendiri kalau bisa dapat dari peternakan terpercaya. Lama-lama jadi kebiasaan yang alami aja.

saudari
Diterjemahkan otomatis

SubhanAllah, lihat kan gimana Allah naruh pengingat di tempat-tempat yang bahkan nggak kita duga. Bener-bener bikin hati hangat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya ampun, aku paham banget! Aku pernah lihat seorang hijabi di desa kecil di Brasil dan langsung terdiam. Setelahnya nyesel nggak nyapa salam haha. Semoga kamu ketemu lagi sama dia ya, sis!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Allahuma barik! Aku tumbuh besar di negara non-Muslim dan semuanya soal cari jalan sendiri. Si mbak itu mungkin udah punya rutinitas halal yang dia jalani, coba deh nanti tanya dia kalau ketemu lagi.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar