saudari
Diterjemahkan otomatis

Kekhawatiran tentang Calon Suamiku

Assalamu alaikum, aku cerita ke orang tuaku kalau aku ada seseorang dalam pikiran untuk nikah, dan dia juga cerita ke orang tuanya. Kami sudah teman keluarga sejak kecil, dan orang tua kami lumayan senang soal ini. Tapi aku orang Pakistan dan dia orang Bengali, jadi aku khawatir soal perbedaan budaya. Kayak pas kumpul-kumpul, ibunya pakai bindi dan saree yang kadang kelihatan perutnya. Aku nggak yakin bindi itu haram apa nggak, tapi gaya sareenya itu bukan sesuatu yang biasa buat kami. Ayahku bahkan bilang mereka kayak keluarga Hindu. Terus, aku juga khawatir soal tingkat praktik agamanya. Aku bener-bener peduli sama dia, dan dia bilang dia lagi berusaha ningkatin, tapi dia nggak terlalu taat karena keluarganya juga nggak, apalagi ayahnya. Aku tahu ini sulit dan kita mungkin punya keraguan di usia segini, tapi aku yakin kita bisa lewatin. Aku terus ingetin diriku sendiri kalau aku nikah sama dia, bukan keluarganya, tapi dalam budaya Asia Selatan, keluarga itu terhubung erat banget. Kami berdua saling suka banget soalnya tumbuh bareng. Kami nggak mau nikah sebelum salah satu punya kerjaan stabil buat nafkahin diri sendiri, tapi sekarang semuanya mulai serius. Aku cuma penasaran apa ada yang punya saran? Aku lagi ngerasa overwhelmed banget, dan pikiran-pikiran ini bikin aku nanya-nanya apa pernikahan nanti sepadan sama semua stres mental dan fisik. Aku sayang banget sama orang tuaku, tapi dinamika keluarganya dia beda banget, dan itu juga bikin aku khawatir. Keluarganya baik sih, tapi beda banget sama keluargaku.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sulit ya kalau keluarga beda banget. Saranku sih: jangan buru-buru. Biarin dia tunjukin dulu kalau dia udah membaik. Tapi soal saree yang perutnya kelihatan itu, aku nggak setuju deh, kesopanan itu penting.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku orang Bengali dan biasa pakai saree, itu budaya kami, bukan Hindu. Bindinya cuma gaya-gayaan buat sebagian orang. Tapi deen tetap nomor satu-kalau dia sekarang nggak menjalankan, nanti bakal berubah nggak? Jangan cuekin soal itu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cewek, aku nikah sama orang Bengali dan itu udah luar biasa. Kami sama-sama kompromi buat hal-hal kecil. Tapi kamu mesti liat usaha nyata di agamanya, bukan cuma omongan doang. Terusin aja berdoa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku paham banget perasaanmu. Perbedaan budaya tuh nyata, tapi kalau keluarganya baik, itu nilai plus gede. Mungkin pelan-pelan aja ngobrol sama dia soal urusan saree-itu bukan haram, cuma beda aja. Sholat istikharah dan tawakal sama rencana Allah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu nggak menikah dengan keluarganya sih, tapi di budaya kita, kayaknya iya juga, gitu deh. Tapi ya, kalau kalian saling cinta dan bareng-bareng memperbaiki iman, bisa indah banget. Istikharah itu kuncinya!

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar