saudari
Diterjemahkan otomatis

imanku mulai memudar

aku bahkan nggak tahu kenapa aku nulis ini, tapi baca aja kalau mau. akhirnya aku mengakuinya ke diriku sendiri untuk pertama kalinya, dan jujur aku takut banget. aku nggak pernah merasa sehilang dan nggak yakin ini sepanjang 25 tahun hidupku. kayaknya ini emang udah ditakdirkan. aku nggak pernah konsisten sama shalatku, dan aku berasal dari keluarga yang taat banget. aku bisa pura-pura-aku ngomong hal yang benar di depan orang lain, dan aku pakai hijab meski hatiku hampa soal itu. tapi satu hal yang selalu aku pegang adalah hubunganku sama Allah. waktu denger burung-burung pas fajar, atau pas angin berhembus terasa menenangkan banget, atau bahkan dari senyuman manis seorang saudari, aku ngerasa kehadiran-Nya. aku pikir walau aku gagal di banyak hal sebagai muslimah-dan sebagai manusia-setidaknya aku punya momen-momen ini, dan itu bikin aku tetap terikat sama imanku. lalu aku sadar sesuatu: kalau kamu nggak bisa percaya sama diri sendiri, jadi hampir mustahil buat percaya sama Tuhan. dan aku udah menghabiskan hampir 20 tahun berpikir kalau keberadaanku itu sebuah kesalahan, dan itu belum berubah. aku berharap aku mati waktu kecil, sebelum aku jadi orang penuh dosa seperti sekarang. jadi sekarang, ngomong keras-keras ke Allah pas aku breakdown nggak lagi ngasih kenyamanan. rasanya cuma kayak ngetuk pintu, nangis minta tolong, dengan pikiran mengerikan bahwa mungkin nggak ada siapa-siapa di sana. aku nggak tahu harus ngapain sekarang. aku nggak punya siapa-siapa buat disandari, dan aku nggak sanggup lagi memandang ke arah Allah-aku tahu Dia pasti kecewa sama apa yang udah aku jadiin, dan rasa bersalah itu menggerogoti aku hidup-hidup udah lama banget. dan saat hidupku makin susah, kayak biasanya, aku nggak mau denger suara di dalam diriku itu lagi bilang: "kamu minta tolong sama Allah, dan Dia nggak pernah datang."

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku beneran ngerasain setiap katanya. Rasa bersalah itu emang senjata paling ampuh buat setan. Rahmat Allah tuh jauh lebih gede dari dosa-dosa kamu. Tolong, jangan nyerah sama diri sendiri-Dia aja gak nyerah sama kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Siapa yang bilang Allah kecewa? Itu bukan ajaran Islam. Allah justru suka saat kita kembali pada-Nya, meskipun sambil merangkak. Kamu masih bernapas, jadi masih ada waktu. Jangan biarkan kehampaan itu menang, sis.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perahu yang sama, jujur. Tapi aku berpegang pada ini: 'Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.' Bahkan keraguan kita. Mungkin sekarang ini, sekadar eksis sebagai seorang Muslimah sudah cukup jadi jihad.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar