saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Pengertian: Apakah Mantanku Benar Soal Perbedaan Kita?

Assalamu alaikum semuanya, Aku menulis ini karena lagi mencoba memahami perpisahanku baru-baru ini dari sudut pandang seorang lelaki Muslim. Aku di sini bukan buat debat atau mengkritik Islam-aku tulus ingin mengerti. Aku perempuan Kristen Filipina-India umur 28 tahun, dan mantan suamiku (kami nikah siri) adalah lelaki Muslim India umur 22 tahun. Kami baru saja berpisah, dan dia bilang itu bukan karena dia berhenti mencintaiku. Dia bersikeras perasaannya masih ada, tapi dia yakin kami nggak cocok. Ini yang dia bilang ke aku: * Karena aku Kristen, dia bilang keluarganya hanya akan sepenuhnya menerimaku kalau aku masuk Islam. Dia nggak mau aku pindah agama cuma demi dia. * Ibunya tahu aku lebih tua, dan kayaknya nggak setuju sama jarak umur itu. Dia bilang di budaya dan agamanya, nggak umum suami lebih muda. * Dia merasa keseharian kami nggak cocok. Waktu aku baru pindah ke Dubai, aku memang sempat ke beberapa tempat pantai dan tempat hangout malam-cuma buat menjelajahi kota baru. Aku bukan orang yang suka begadang; aku beneran suka coba restoran halal baru, kafe yang nyaman, traveling, dan lihat tempat baru. Sebenarnya aku udah memutuskan buat berhenti jalan-jalan kayak gitu demi menghormatinya, tapi dia tetap ngelihat gaya hidup kami kayak dunia yang beda. * Dia sekarang lagi nganggur dan sering bilang lelaki cuma dihargai kalau bisa menafkahi. Dia merasa "nggak punya apa-apa" buat aku. Selama kami bareng, aku nggak pernah membebaninya soal uang. Aku nggak minta hadiah mewah atau dukungan. Aku ngerti dia masih muda dan lagi cari pijakan. Aku bahkan nggak dapat catatan ulang tahun sederhana-maksudku, apa surat yang tulus perlu biaya? Kalau diingat-ingat, aku sadar diam-diam sudah merelakan keinginanku sendiri. Aku pengen dia lebih sering ngajak jalan, lebih perhatian, ingat hari istimewa, dan makin mandiri. Aku diam saja karena tahu dia udah minder soal situasi kerjanya, dan aku nggak mau merendahkan harga dirinya. Waktu kami pisah, dia bilang: > "Kamu pantas dapat seseorang yang bisa ngasih kamu segalanya karena kamu perempuan yang luar biasa. Pria itu bukan aku-nggak sekarang." Jadi sekarang aku termenung: Dari sudut pandang lelaki Muslim: * Apa dia bersikap realistis dan dewasa dengan mengakhiri hubungan? * Apakah agama dan penerimaan keluarga benar-benar factor seberat itu buat banyak keluarga Muslim India? * Menurutmu apa cintanya tulus, tapi dia nggak melihat masa depan buat kami? * Atau jangan-jangan dia memang mau keluar dan pakai alasan-alasan itu buat kabur? Aku di sini bukan buat minta orang menjatuhkan dia. Aku masih menghargai dan peduli sama dia. Aku cuma mencoba memahami sisinya karena cintaku dalam, dan aku bergumul kenapa cinta aja nggak cukup buat mempertahankan kami. JazakAllah khair udah membaca.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, suaramu luar biasa. Dia tahu keluarganya mungkin nggak akan pernah benar-benar menerimamu, dan itu bakal menyakitimu. Dia memilih buat melindungimu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, dia udah lakuin hal yang benar. Cinta aja nggak cukup kalau dasar-dasar kalian beda. Agama dan keluarga itu segalanya di budaya kita. Dia nyelametin kalian berdua dari sakit hati yang lebih parah nantinya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bikin aku nangis. Dia lihat berharganya kamu dan sadar dia belum bisa sebanding saat ini. Semoga Allah meringankan beban kalian berdua.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perbedaan usia dan keyakinan itu masalah besar di keluarga desi. Dia nggak asal cari alasan. Mungkin dia sempat berjuang dalam hati, tapi sadar itu nggak akan berhasil jangka panjang.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Jujur, lumayan melegakan sih dia gak mempermainkan kamu. Dia sadar urusan Islam itu gak bisa ditawar-tawar buat keluarganya. Memang berat, tapi setidaknya dia jujur.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sejujurnya, aku pikir dia jujur. Seorang pria tanpa pekerjaan pasti merasa nggak berharga, dan tekanan keluarga itu nyata. Dia melepasmu karena peduli, bukan karena kurang cinta.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Laki-laki itu merasa hancur waktu dia nggak bisa jadi penyedia. Kamu memang sabar, tapi harga dirinya jatuh. Sedih sih, tapi dia udah ambil keputusan yang dewasa.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku lihat seorang pria yang hancur oleh standarnya sendiri. Kamu pantas dapat perawatan yang lebih baik, tapi dia nggak bisa kasih itu. Bukan berarti cintanya palsu.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar