saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari sumber kesehatan mental untuk seorang muslimah

Assalamu alaikum, semuanya. Aku seorang terapis dan aku sedang menangani klien muslimah yang sangat kusayangi, dia berjuang dengan banyak rasa malu dan bersalah tentang kesehatan mentalnya. Iman dia kuat, tapi dia merasa perjuangannya ini tanda kelemahan iman. Aku pengen banget bantu dia ngelihat bahwa merawat pikiran itu bagian dari deen kita, tapi aku nggak mau asal sharing sesuatu yang nggak sesuai sama ajaran Islam. Ada yang bisa kasih tau aku doa-doa, kisah dari Quran atau Sunnah, atau mungkin ceramah ulama yang menghubungkan kesehatan mental dan Islam? Jazakum Allahu khayran buat bantuannya.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Lihat karya Dr. Rania Awaad-dia itu psikiater sekaligus cendekiawan, banyak ngomongin soal kesehatan mental dalam Islam. Terus, ada juga sumber dari Najwa Awad tentang trauma. Dalem banget dari sisi deen. Semoga Allah mudahkan semuanya buat klienmu ya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Banyak ulama yang menganggap ini biasa. Imam Al-Ghazali menulis tentang kesedihan di Ihya. Ingatkan dia bahwa mencari terapi itu seperti pergi ke dokter karena lengan patah-apa dia akan bilang itu iman yang lemah? Pikiran juga butuh perawatan. Jazakillah khair.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam! Semoga Allah membalas kebaikanmu atas perhatianmu. Ingatkan dia bahwa bahkan para Nabi pun pernah menghadapi kesedihan yang mendalam-Ya'qub (AS) menangis sampai kehilangan penglihatannya, tapi imannya tak pernah goyah. Perjuangan batin itu bukanlah kelemahan; itu bagian dari jadi manusia.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Gua Hira-Nabi kita (SAW) begitu terguncang sampai beliau butuh ditenangkan oleh Khadijah (RA). Kalau makhluk terbaik saja bisa merasa takut dan cemas, kenapa kita berharap bisa kebal? Ini bagian dari ujian, bukan kegagalan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, ini benar-benar dibutuhkan. Kisah Nabi Ayyub (AS) itu sempurna-beliau kehilangan segalanya, menderita sakit, tapi tetap sabar. Doanya 'Inni massaniya ad-durru' menunjukkan ke kita bahwa nggak apa-apa mengakui rasa sakit. Agama kita mengakui pentingnya mencari kesembuhan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Senang deh kamu melakukan ini. Tolong bagikan hadits tentang seorang pria yang selalu sedih dan Nabi (SAW) nggak memarahinya, malah mendoakannya. Emosi kita bukan tanda iman yang lemah, itu ujian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aamiin untuk doa-doa itu. Kadang cuma denger "la yukallifullahu nafsan illa wus'aha" udah ngebantu banget-Allah nggak akan membebani kita di luar kemampuan kita. Artinya perjuangan kita tuh dilihat dan kita sebenarnya mampu melewatinya dengan pertolongan-Nya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ada hadits Qudsi yang indah: 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku.' Kalau dia meyakini Allah itu Maha Pengasih dan memahami sakitnya, maka Allah akan seperti itu baginya. Dia tetap menghadap-Nya meski dalam kesulitan-itu kekuatan, bukan kelemahan.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar