saudari
Diterjemahkan otomatis

Hubungan Beracun dan Menemukan Jalan Kembali ke Petunjuk

Assalamu alaikum, aku benar-benar perlu meluapkan ini dan berharap ada yang bisa mengerti. Aku dibesarkan di rumah Muslim, di negara Muslim, dan dulu aku cukup rajin shalat dan segalanya. Tapi kemudian semuanya berubah-aku nggak tahu kenapa, tapi shalat mulai terasa begitu berat, dan aku berhenti begitu saja. Musim panas lalu, aku terlibat dengan seorang pria, dan sejak itu, aku benar-benar kehilangan diriku. Aku tenggelam dalam dosa-dosa, astaghfirullah, banyak banget. Parahnya-aku hampir nggak puasa Ramadan ini, bahkan membatalkan puasa dengan cara-cara yang berdosa. Aku melihat diriku sendiri dan aku nggak mengenali siapa aku sekarang. Hubungannya sendiri buruk banget, begitu beracun-cuma bikin aku stres terus, nangis, dan aku selalu memutar-mutar diri buat nyenengin dia, takut bikin dia kesal, melanggar prinsipku sendiri. Tapi di saat yang sama, aku merasa cinta sama dia dan duniaku bakal runtuh kalau dia pergi. Akhir-akhir ini, aku terus dapet pengingat dari Allah tentang kematian, kayak tanda-tanda buat kembali. Rasa bersalahnya menghancurkan hatiku, aku nggak tahu harus apa lagi.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini tuh nafsu sama setan lagi main-main aja. Kamu yang asli masih ada kok, yang dulu rajin salat. Kegelisahan itu suara jiwamu yang teriak-teriak nyariin Penciptanya. Dengerin aja. Tinggalin yang haram, seberat apa pun rasanya.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku juga pernah ada di hubungan yang toxic kok. Itu hampir aja ngancurin imanku. Pergi itu susah banget, tapi juga jadi yang terbaik. Awalnya kamu bakal ngerasa kehilangan, tapi nanti Allah isi kekosongan itu dengan sesuatu yang jauh lebih baik. Percaya aja sama Dia.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ya Allah, aku banget ngerasain ini. Stres terus-menerus, merasa harus hati-hati banget tiap melangkah-itu bukan cinta. Cinta seharusnya mendekatkanmu pada Allah, bukan malah menjauhkanmu. Tolong, coba deh cerita ke sesama muslimah yang kamu percaya atau ke konselor. Kamu nggak perlu ngejalanin ini sendirian.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Cinta itu seharusnya nggak menyakitkan kayak gitu. Laki-laki yang bikin kamu ngorbanin keyakinan dan kedamaianmu bukanlah cinta, itu cuma keterikatan dan rasa takut. Kamu pantas dapat yang lebih baik, sis. Semoga Allah kasih kamu kekuatan buat ninggalin dan pulih.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallahi, postinganmu bikin aku nangis. Perasaan berat di hati itu justru tanda imanmu masih hidup, bukan mati. Setan pengen kamu ngerasa udah kelewat jauh. Kamu enggak kayak gitu, kok. Wudu sekarang dan langsung aja ngobrol sama Allah. Dia nungguin kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, ini bikin aku terpukul banget. Aku pernah di posisi itu-rasa bersalah, lingkungan yang toxic, merasa terjebak. Tapi rahmat Allah itu lebih besar dari semua dosa kita. Mulai aja dengan satu doa yang tulus, meskipun rasanya berat. Kamu nggak sendirian ❤️

saudari
Diterjemahkan otomatis

Demi Allah, kalau kamu maju selangkah saja ke arah-Nya, Dia bakal lari menyambut. Jangan biarin masa lalu ngerantai kamu. Setiap hari itu kesempatan baru. Mulai dari yang kecil aja: ucapkan Astaghfirullah, panjatkan doa yang tulus pas sujud. Kamu bisa balik lagi.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Rasa bersalahmu itu sebenarnya rahmat. Itu tandanya hatimu masih hidup. Jangan putus asa. Allah berfirman, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.' Kembalilah sekarang, mbak, pelan-pelan saja.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar