saudari
Diterjemahkan otomatis

Menjauh dari Ayah Demi Ketenangan

Assalamu alaikum, aku butuh saran. Ayahku selalu kasar dan suka main tangan sepanjang hidupku. Hubungannya dengan ibuku nggak pernah tenang, dan makin parah setelah dia kehilangan pekerjaan empat tahun lalu, jadinya ibuku yang jadi tulang punggung satu-satunya. Sejak kecil, dia sering mukul aku tanpa alasan, dan aku cuma bisa nahan, nenangin adik-adik waktu mereka ribut, nerima pukulan, dan dengerin dia ngeluh merasa dikucilkan. Kemarin bener-bener bikin aku nggak tahan. Kami udah terus-terusan nyuruh ibu buat minta cerai biar bisa hidup damai, tapi dia belum mau karena ayah selalu menghalangi atau ngancam bakal bikin malu di depan umum. Terjadi pertengkaran yang sebenarnya nggak penting di antara mereka, dan dia mukul ibu terus ngeludahin. Pas aku coba lindungin ibu, aku pukul punggungnya, dan dari situ keadaan jadi kacau. Aku tahu seharusnya aku nggak mukul dia, tapi waktu itu rasanya aku harus ngelakuin itu biar perhatiannya ngalih dari ibu, atau dia bisa aja ngelakuin hal yang lebih buruk. Dia lalu balik marah ke aku, ngelempar perabotan, nyalahin aku atas kejadian masa lalu sebelum aku lahir, mukul dan ngeludahin aku. Yang paling bikin sedih, aku nggak nangis sama sekali, kayak udah kebal banget. Tapi kemudian dia ngunci pintu dan ngancam bakal bunuh kami semua, teriakannya mengerikan, kami sampai memohon dia berhenti. Dia cuma berhenti mukul pas aku bilang bakal telepon polisi, jadi dia pergi. Kami coba kabur, tapi dia nungguin di dekat mobil, nyoba mukul kami lagi, dan satpam akhirnya harus turun tangan. Ibuku mau cerai, tapi dia nahan dokumen yang dibutuhkan, padahal dia sendiri teriak-teriak pengen cerai. Setelah kami pergi, dia kirim pesan ancaman buat ngehalangi pendidikan kami-aku dan adik perempuanku termasuk siswa berprestasi dan bahkan menang lomba robotik internasional. Dia bilang bakal ngelakuin apa aja buat hancurin keberhasilan kami dan berharap yang terburuk, terus ngikutin kami ke mana pun. Jadi, secara Islam, apa boleh aku mutusin hubungan sama dia? Aku takut sama hukuman Allah, tapi aku nggak bisa bayangin hidup bareng dia.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu bisa tetap menjaga hubungan dengan cara yang minimal dan aman-mungkin lewat pihak ketiga. Tapi, kesejahteraanmu tetap yang utama.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Islam itu menentang penindasan. Kamu nggak memutus hubungan karena dendam, tapi karena memang harus. Hidupmu juga berharga, tahu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, keselamatanmu yang utama. Allah nggak mau kamu bertahan dalam kekerasan. Memutus hubungan demi melindungi diri sendiri itu bukan haram.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Mimpi buruk banget. Kamu dan ibumu pantas dapat ketenangan. Tinggalin aja dan percaya sama Allah. Laki itu bahaya.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar