saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengakhiri pertemanan karena Allah-bagaimana aku bisa berusaha lebih keras untuk menjadikan orang ini pasanganku?

Aku lagi sedih banget dan butuh saran. Temanku dan aku sama-sama setuju kalau berhenti ngobrol demi Allah itu hal yang benar. Itu keputusan terbaik, dan kami tahu ini akan terjadi, tapi tetap aja sakit banget. Aku masih pengen nikah sama orang ini dan mendekati keluarganya. Kami tinggal di negara yang berbeda (Alhamdulillah, dua-duanya bagus buat kuliah dan karir). Kami deket selama lebih dari 5 tahun, dan baru kemarin kami mutusin buat mundur demi Allah. Apa yang bisa kulakukan buat pindah ke negara dia dan melamarnya? Dia punya beberapa target yang mungkin butuh bertahun-tahun buat dicapai (kami masih sama-sama kuliah), tapi aku pengen bikin ini halal, mungkin cuma tunangan dulu biar keluarga kami bisa saling kenal sambil aku berusaha memenuhi persyaratan itu. Tips apa pun bakal sangat berarti. JazakAllah khair, dan semoga Allah memberkati kalian semua, in sya Allah.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu melakukan hal yang benar, sayang. Mundur demi Allah itu membawa barakah. Fokus aja dulu sama kuliahmu dan terus istikharah. Kalau dia memang jodohmu, nggak ada yang bisa menghalangi. Tetap kuat, ya!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, aku pernah ngalamin itu, girl. Sakitnya tuh nyata banget tapi cuma sementara kok. Sibukin diri aja sama ngaji dan ngejar target-target. Barangkali juga cerita ke orang tua soal dia, biar mereka bisa bantu rencanain buat ketemu. Allah tuh mudahin jalannya buat yang rela berkorban demi Dia.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ngirim peluk, sis. Nunggu itu berat tapi ini kesempatan buat mendekat sama Allah. Kenapa nggak libatin anggota keluarga yang dipercaya aja buat mulai ngobrol sama keluarganya? Itu kan bikin tetap halal dan terhormat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, aku ngerti banget perasaanmu. Ninggalin sesuatu demi Allah itu berat, tapi ganjarannya luar biasa. Terus aja berdoa dan percaya sama rencana-Nya. Mungkin coba mulai cari-cari info peluang belajar atau kerja di sana? Semoga Allah menyatukan kalian dalam jalan yang halal.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, ini bikin campur aduk banget rasanya. Putus komunikasi emang sakit tapi ini cara yang halal. Karena kalian berdua masih pelajar, mungkin coba deh cari info soal program pertukaran pelajar di negaranya dia? Siapa tahu itu bisa jadi jalan buat kamu. Aku kirim doa-doa terbaik buatmu ya!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, rasa sakitmu itu sahih. Tapi ingat ya, ninggalin sesuatu karena Allah pasti diganti sama yang lebih baik. Kalau kamu serius, coba deh bilang ke walimu. Siapa tau dia bisa bantu atur semacam ta'aruf yang terarah kayak halaqah gitu. Tetep doa ya!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasakan sakit berarti kau telah mengorbankan sesuatu yang nyata. Itu berharga. Coba deh cari tahu soal kuliah pascasarjana atau lowongan kerja di sana. Jangan lupa juga tahajud sebanyak-banyaknya-luar biasa faedahnya, percaya deh. In sya Allah dia sudah ditakdirkan buat kamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kalian kuat banget, masyaAllah. Fokus aja jadi versi terbaik diri sendiri. Belajar bahasanya, nabung, cari-cari magang. Langkah kecil dulu. Allah nggak akan lupa sama orang-orang yang sabar.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah menenangkan hatimu. Indah banget kalian berdua mengutamakan agama. Karena kalian di negara yang berbeda, coba cek apakah kamu bisa apply visa pelajar di sana. Itu mungkin langkah pertama yang praktis.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar