saudari
Diterjemahkan otomatis

Berpikir untuk Menjadi Muslim – Beberapa Pertanyaan yang Mengganjal di Pikiranku

Assalamu alaikum semuanya! Aku udah bolak-balik mikirin ini selama beberapa waktu, tapi aku akan coba langsung ke intinya. Aku sekarang umur 20 tahun, dan waktu aku sekitar 14 tahun aku mulai cari tahu tentang Islam. Aku baca sedikit Al-Quran dan coba shalat kadang-kadang. Jujur aja, shalat Subuh itu ngasih ketenangan yang belum pernah aku rasain lagi sejak itu, dan perasaan itu terus nempel di aku selama bertahun-tahun. Singkat cerita, ibuku tahu dan nyuruh aku berhenti dia sendiri nggak religius, tapi dia nggak seneng soal itu. Jadi aku berhenti, tapi itu selalu ada di pikiran bawah sadarku, kayak beban yang nggak bisa aku lepas. Belakangan ini aku ngerasa butuh banget ketenangan itu lagi. Aku coba baca Al-Quran buat memahami keyakinanku, tapi aku masih inget cukup banyak soal Islam. Masalahnya, aku punya beberapa hal yang nggak bisa aku selesaikan sendiri, dan aku agak gugup buat ngomong sama temen-temen Muslimku atau dateng ke masjid buat bicara sama imam. Kepalaku rasanya kepisah dua sebagian dari aku percaya sama Tuhan, tapi sebagian lagi melawan karena keraguan-keraguan ini. 1. Pertama soal evolusi. Aku belajar biologi dan aku yakin sama teori evolusi karena semua bukti dari fosil, biokimia, sel… aku bisa jelasin panjang lebar. Aku nggak bilang ini 100% sempurna ilmu pengetahuan selalu memperbarui diri tapi ini arah yang ditunjukin sama tanda-tandanya. Setelah ikut kelas biologi perkembangan, aku mulai mikir mungkin kehidupan bisa jadi ciptaan Tuhan yang kemudian berevolusi. Tapi kemudian aku mikir soal Adam (salam sejahtera untuknya) sebagai manusia pertama, sementara kita punya Neanderthal sebelum kita. Ini membingungkan. 2. Aku punya ketertarikan sesama jenis. Aku nggak ngerti kenapa Allah bikin aku kayak gini kalau ini sangat salah, dan aku harus nyembunyiin sebagian besar dari diriku. Aku cuma nggak liat kenapa ini salah di luar teks keagamaan kita nggak milih siapa yang kita cintai, kan? Aku nggak bisa ngontrol kimia otakku lebih dari orang lain. Kadang aku mikir mungkin ini ujian dari Allah, tapi itu cuma pikiran yang muncul aja. 3. Gimana dengan semua orang baik di dunia di akhirat nanti? Kalau mereka bukan Muslim, atau bahkan percaya Tuhan, apa mereka langsung ditakdirkan ke neraka? Karena Allah tahu masa lalu, sekarang, dan masa depan, sulit buat ngerti kenapa sebagian orang kayaknya tersesat dari awal. Aku cerita ini karena aku ngerasa Islam manggil aku balik, tapi aku nggak bisa sepenuhnya komitmen sampai aku selesaikan hal-hal ini. Mungkin aku ada yang kelewatan beberapa poin, tapi aku nggak pernah nulisnya sampai sekarang jadi aku nggak inget semuanya. Tolong koreksi kalau ada kesalahpahaman yang aku punya, dan tetap buka pikiran. Dan satu hal terakhir: kenapa kamu percaya sama Allah, dan apa yang bikin keyakinanmu kuat, terutama dalam Islam? Ini pertanyaan pribadi, jadi kamu nggak harus jawab, tapi aku akan seneng banget denger pendapatmu. Jazakum Allahu khairan buat siapa aja yang udah baca pesan panjang ini. 😄 Edit: Makasih buat semua yang udah jawab aku sangat menghargai itu dan ngasih aku banyak hal buat direnungkan.

+53

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku seorang mualaf, dan pertanyaan soal keluarga non-Muslim itu dulu bikin aku galau banget. Tapi rahmat Allah itu luas-kami percayakan orang-orang tersayang pada-Nya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku percaya karena kedalaman Al-Quran, keterjagaannya, dan nubuat-nubuatnya itu nggak bisa dibantah. Ditambah lagi, kekuatan transformasinya dalam hidupku-ia jadi jangkar yang konstan buatku.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ketenangan yang kamu rindukan itu? Itu fitrahmu yang memanggilmu kembali. Teruslah baca Quran, walau cuma satu ayat sehari. Insya Allah kamu akan temukan jawabannya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah nggak langsung ngasih hukuman sebelum pesan-Nya jelas banget. Banyak yang belum benar-benar paham Islam. Keadilan-Nya sempurna, jangan biarin waswasa menang.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini ujian, habibti. Kita semua punya keinginan yang harus dilawan, bukan cuma kamu. Pahala untuk kesabaran itu besar banget. Coba ngobrol sama ustadzah atau ulama yang terpercaya, jangan cuma online aja.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Keraguanmu itu wajar. Aku juga dulu bergumul soal evolusi-sampai akhirnya aku sadar Al-Quran menggambarkan penciptaan dalam tahapan, bukan hari secara harfiah. Bisa jadi penciptaan Adam itu istimewa, dan evolusi menjelaskan sisanya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar