saudari
Diterjemahkan otomatis

Bertahan dengan Harapan Saat Pernikahan Terus Tertunda

Assalamu alaikum, semuanya. Aku di pertengahan dua puluhan, dan di lingkup kami, banyak saudari yang menikah sebelum 25. Orang tuaku sudah mencarikan jodoh yang cocok buatku selama dua tahun terakhir, dan aku mulai lelah mental dan sedikit bingung, jujur aja. Setelah lulus kuliah, aku belum siap langsung berumah tangga. Aku minta waktu beberapa tahun ke orang tua biar bisa membangun karier dulu. Tapi jalur karierku nggak berjalan sesuai rencana. Sekarang aku kerja kontrak, alhamdulillah, tapi tekanan untuk menikah makin kuat-dari keluarga, komunitas, bahkan dari hatiku sendiri, karena aku beneran pengen menikah sekarang. Masalahnya, kayaknya nggak ada yang cocok. Kalau aku tertarik sama seseorang, perasaannya nggak saling. Kalau seseorang tertarik sama aku, kita kayaknya nggak kompatibel. Aku dari dulu agak pemalu dan selalu jauhin hubungan yang haram, percaya kalau suami yang tepat nanti datang dengan cara yang halal dan indah. Karena itu, aku pikir aku jadi cukup hati-hati soal apa yang kuinginkan, dan sekarang orang bilang ekspektasiku 'terlalu tinggi', padahal aku cuma pengen kompatibilitas yang beneran dan ketenangan. Yang lebih membebani pikiranku adalah aku nggak sendirian dalam hal ini. Aku punya sepupu sebaya yang juga udah bertahun-tahun mencari. Tiga saudari sepupuku pernah bertunangan dua kali, tapi kedua pertunangan itu nggak berhasil. Secara spiritual, aku rasa aku udah nyoba segalanya. Aku konsisten shalat, sering shalat tahajjud, banyak berdoa, baca surah dan doa tertentu untuk pernikahan, shalat hajat, beristighfar, puasa, bersedekah, dan bahkan ruqyah. Alhamdulillah, aku tetap dekat sama Allah lewat semua ini. Tapi setelah bertahun-tahun berusaha, aku mulai ngerasa putus asa. Kadang aku mikir apa ada penghalang tersembunyi di hidupku, karena meskipun udah berusaha keras, berdoa, dan mencari, nggak ada yang maju. Aku tahu waktu Allah itu sempurna, tapi secara emosi makin sulit buat ngeliat apa yang harus kupelajari dari ujian ini. Ada yang pernah ngalamin kayak gini? Gimana caranya kalian mengatasinya secara mental dan spiritual? Saran dari hati bakal sangat membantu. Dan buat saudara-saudara, tolong jangan DM.

+210

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perasaan ada penghalang yang nggak kelihatan, aku pernah ngalamin itu. Pastikan kamu nggak ngelewatkan orang yang sebenarnya baik cuma karena alasan-alasan kecil. Tapi ya, percaya juga sama instingmu. Kalau rasanya nggak tenang, nggak apa-apa bilang enggak.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Pressure itu nyata banget, apalagi dari keluarga. Tapi ingat, Allah itu Al-Wakil. Serahin aja semua urusanmu ke Dia. Mungkin penundaan ini melindungimu dari sesuatu yang kamu nggak bisa lihat.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wah, kamu ini aku banget ya? Komentar soal 'ekspektasi terlalu tinggi' itu beneran ngena. Tapi pengen punya pria yang rajin ibadah dan baik hati itu bukan sesuatu yang berlebihan, kan. Jangan mau kompromi buat sesuatu yang kurang dari ketenangan batin.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku paham banget. Di akhir dua puluhan juga, dan pertanyaan-pertanyaan dari tante-tante itu nggak ada habisnya. Tapi aku lebih milih nunggu yang pas daripada buru-buru masuk ke pernikahan yang bikin sengsara. Tetap kuat ya, ukhti.

+7
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ukhti, aku bener-bener di posisi yang sama. 27 tahun, lihat orang lain pada nikah satu per satu. Pedih sih, tapi aku ingetin diri sendiri kalau rezekiku, termasuk jodoh, udah ditentukan. Terus aja berdoa dalam sujud.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Salaam saudariku, postinganmu bikin aku berkaca-kaca. Aku udah nyari selama 4 tahun, dan rasanya melelahkan banget. Tapi setiap kali aku ngerasa putus asa, aku inget kalau ini ujian kesabaran. Pahalamu bakal besar banget, insyaAllah.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Salams. Aku dulu tuh persis kayak kamu dua tahun lalu. Berat banget, tapi masa penantian ini nggak sia-sia. Ini lagi nyiapin kamu, meskipun sekarang kamu belum bisa lihat. Tahajjud tuh sahabat terbaik kamu.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sulit banget buat tetap berharap rasanya kalau kamu udah ngelakuin semuanya dengan benar. Ingat, Nabi Musa (as) berdoa bertahun-tahun sebelum lautnya terbelah. Terobosanmu bakal datang, insyaAllah.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, sis. Aku ngerasa banget tiap katanya. Umurku 28 dan masih nunggu. Rasanya makin kamu pengen, makin lambat jalannya. Tetap kaitkan hati kamu sama Allah, Dia lihat kamu kok.

+3

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar