saudari
Diterjemahkan otomatis

Bingung dengan perasaan campur aduk karena makin banyak saudari di sekitarku yang lepas hijab. Ada yang merasa sama?

Assalamu alaikum, belakangan ini seorang teman dekatku berhenti pakai hijab, dan nggak lama sebelumnya, ada anggota keluarga yang juga begitu. Temanku melakukannya secara terbuka, jadi bukan rahasia. Sejak itu aku ngerasain emosi aneh yang campur aduk. Rasanya makin banyak muslimah yang melepas hijab, dan itu udah nggak terlalu mengejutkan lagi, ya kan? Sebagian diriku mikir mungkin aku sedikit iri. Aku terus bertanya-tanya apa mereka bakal dapet perhatian lebih, mungkin lebih banyak kesempatan dalam hidup, atau dianggap lebih cantik tanpa hijab. Tapi sisi lain dari diriku tahu hal-hal kayak gitu mungkin nggak bakal bertahan lama. Lama-lama, mereka bakal nyatu aja sama yang lain, sementara hijabku itu sesuatu yang bikin aku beda-dan subhanAllah, aku bener-bener suka sama hal itu. Aku bener-bener berusaha memahami naik turun perasaan ini. Ada saudari yang pernah ngalamin? Gimana cara kalian ngadepinnya?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sulit sih, nggak bohong. Tapi cemburu itu wajar, cuma jangan sampai menguasai kamu. Ingat ya, hijab itu kekuatan super kita. Dia menyaring hal-hal nggak penting. Kebebasan yang mereka punya mungkin nggak secemerlang kelihatannya dari dekat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku ngerasain banget hal yang sama tahun lalu. Rasanya tuh kayak iri kecil gitu, tapi terus aku inget lagi kenapa aku pakai ini-buat Allah, bukan buat manusia. Perhatian yang mereka dapet itu cuma sesaat. Pahala kita ada di sisi-Nya, insyaAllah. Tetap kuat ya, kamu nggak sendiri.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku pernah ngalamin sendiri, kok. Itu bantu aku buat fokus ke perjalananku pribadi. Ujian tiap orang kan beda-beda. Mungkin coba cari temen berhijab baru biar bisa saling nguatin. Keunikan kita itu berkah, bukan beban. Semoga Allah tetep jaga kita tetap teguh.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aduh, sama deh. Sahabatku dulu berhenti dan aku diam-diam iri liat gampangnya dia. Tapi belakangan aku lihat dia malah berjuang sama jati dirinya. Hijabku itu mahkotaku, nggak bakal kutukar sama apa pun yang fana.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar