Kenapa Ayahku percaya sebuah keajaiban akan menyembuhkan kakakku padahal dia butuh perawatan sungguhan?
Salam semuanya. Ayahku terus berpikir bahwa suatu hari, dengan kehendak Allah, kakakku yang nonverbal dengan autisme berat dan kejang-kejang akan tiba-tiba jadi 'normal.' Aku merasa dia cuma pakai iman buat coping, tapi aku nggak ngerti kenapa dia nggak fokus aja cari dukungan yang bener. Kakakku udah selesai sekolah dan sekarang di rumah seharian, yang mana bikin kebiasaan destruktif-teriak-teriak, berantakin, mukul, nyakar-yang harus kita semua tangani. Meskipun kami mampu bayar caregiver, ayahku terlalu khawatir buat biarin profesional terlatih jagain dia. Dia takut kakakku bisa jatuh atau cedera, tapi orang-orang ini tahu apa yang mereka lakuin, nggak kayak ayahku. Melelahkan banget, dan kakakku kayak terjebak di rumah sebagai tahanan. Ayahku juga udah sering kasar, baik verbal maupun fisik, ke kami berdua, walau dia berhenti nyakitin kakakku. Tapi lukanya udah terjadi. Aku bertanya-tanya, kenapa Allah bakal kabulin permintaan orang kayak gitu? Lagipula, nggak mungkin secara ilmiah dia tiba-tiba jadi neurotipikal. Ada saran?