saudari
Diterjemahkan otomatis

Kenapa Ayahku percaya sebuah keajaiban akan menyembuhkan kakakku padahal dia butuh perawatan sungguhan?

Salam semuanya. Ayahku terus berpikir bahwa suatu hari, dengan kehendak Allah, kakakku yang nonverbal dengan autisme berat dan kejang-kejang akan tiba-tiba jadi 'normal.' Aku merasa dia cuma pakai iman buat coping, tapi aku nggak ngerti kenapa dia nggak fokus aja cari dukungan yang bener. Kakakku udah selesai sekolah dan sekarang di rumah seharian, yang mana bikin kebiasaan destruktif-teriak-teriak, berantakin, mukul, nyakar-yang harus kita semua tangani. Meskipun kami mampu bayar caregiver, ayahku terlalu khawatir buat biarin profesional terlatih jagain dia. Dia takut kakakku bisa jatuh atau cedera, tapi orang-orang ini tahu apa yang mereka lakuin, nggak kayak ayahku. Melelahkan banget, dan kakakku kayak terjebak di rumah sebagai tahanan. Ayahku juga udah sering kasar, baik verbal maupun fisik, ke kami berdua, walau dia berhenti nyakitin kakakku. Tapi lukanya udah terjadi. Aku bertanya-tanya, kenapa Allah bakal kabulin permintaan orang kayak gitu? Lagipula, nggak mungkin secara ilmiah dia tiba-tiba jadi neurotipikal. Ada saran?

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sakit banget rasanya kalau orang tua cuma bisa berharap kosong tanpa ngelakuin apa-apa. Adik kamu menderita dan itu bukan salah dia. Semoga Allah kasih petunjuk ke bapakmu biar sadar sebelum semuanya terlambat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Perlakuan kasar itu gak pernah bisa dibenarkan, apalagi dari seorang ayah. Kelakuannya yang dulu bikin aku jadi ragu sama ketergantungannya pada mukjizat. Kamu wajar kok kalau marah. Tetap kuat ya, ukhti.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kak, ayahmu tuh tenggelam dalam penyangkalan. Dia kira tawakal itu artinya diam saja nggak ngapa-ngapain. Padahal Nabi ngajarin kita buat ikat unta dulu juga. Kakakmu butuh bantuan nyata, bukan cuma doa.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar