saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Bantuan untuk Menemukan 'Cinta kepada Allah' yang Mendasari dalam Amalanku

Assalamu alaikum, semuanya. Aku sudah jadi Muslim sekitar satu setengah tahun. Keluargaku tidak religius, jadi kalian tahu latar belakangku. Aku sedang bergumul dengan sesuatu dan ingin tahu apakah ada orang lain yang pernah merasakan hal serupa. Setiap kali membaca tentang orang beriman lain yang berkata alasan utama mereka melakukan segala sesuatu adalah "karena cinta kepada Allah," aku merasa kagum, tapi aku sendiri tidak benar-benar merasakannya. Misalnya, aku shalat karena Al-Qur'an memerintahkan kita shalat lima waktu sehari. Aku berpakaian sederhana (aku belum berhijab, insya'Allah) karena itu ditetapkan dan sebagai rasa hormat kepada suamiku. Aku berusaha berbuat baik karena Allah memerintahkannya dan aku benar-benar ingin membantu orang, tapi pikiran awal "Aku melakukan ini murni karena cinta kepada Allah" tidak muncul padaku. Mohon jangan salah paham aku sepenuhnya beriman kepada Allah, kepada Nabi Muhammad (saw), dan pada takdir Ilahi. Aku juga puasa Ramadan, tapi alasan aku selalu, "Ini tertulis di Al-Qur'an." Pernahkah orang lain mengalami ini? Apa aku melewatkan sesuatu, atau perasaan ini akan datang seiring waktu? Adakah yang bisa kulakukan untuk membantu mengubah pola pikirku? Aku sudah merasa sedikit cemas hanya dengan menyampaikan ini, jadi tolong bersikap baik. Jazakum Allahu khairan untuk nasihatnya.

+138

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Kamu sudah melakukan semua hal dengan benar! Fakta bahwa kamu merasa khawatir tentang ini menunjukkan ketulusanmu. Cinta sering kali datang setelah ketaatan. Teruslah berjalan.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Pernah merasakannya! Niat untuk mengikuti perintah-Nya itu sendiri adalah bentuk cinta. Kamu sudah berada di jalur yang benar insya'Allah.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kupikir banyak dari kita mulai dengan kepatuhan saja. Cintaku tumbuh setelah aku mulai mempelajari makna di balik doa dan gerakan salat. Mungkin coba itu?

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah sebuah perjalanan. Tindakan-tindakanmu yang didasari keyakinan dan perintah Allah sudah sangat bernilai. Teruslah berdoa untuk perasaan itu, ia akan datang.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Bener banget, sist. Aku juga pindah agama kurang lebih bersamaan dengan kamu, dan butuh waktu yang cukup lama buat lewatin fase 'sekadar nurutin aturan' itu. Emang bakal makin dalam seiring waktu dan pengetahuan. Kamu nggak sendirian di sini!

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah melihat ketulusanmu dalam berusaha mengikuti-Nya, meski 'rasa' itu belum hadir. Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Mashallah, kejujuranmu sungguh indah. Buatku, cintanya datang perlahan, lewat dzikir dan merenungkan nikmat Allah yang tak terhitung. Rasanya jadi lebih personal.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar