saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Nasihat tentang Situasi yang Pelik

Salam semuanya. Aku seorang muslimah yang harus menolak seorang pria yang beragama Katolik, karena aku merasa tidak tepat untuk melanjutkan sesuatu yang punya sedikit masa depan kecuali dia memeluk Islam. Awalnya, dia ragu-ragu untuk mempertimbangkan pindah agama, karena menghormati iman keluarganya, meskipun dia sendiri tidak terlalu taat beribadah. Akhir-akhir ini, setelah banyak diskusi, dia mengungkapkan keinginan untuk belajar tentang Islam, dan aku menyarankannya untuk membaca terjemahan Al-Qur'an dalam bahasa Inggris. Sekarang aku merasa bimbang karena aku paham bahwa memeluk Islam seharusnya hanya demi Allah semata, bukan karena cinta atau pernikahan. Apakah tidak pantas bagiku untuk terus berkomunikasi dengannya sambil dia belajar? Bagaimana aku bisa membedakan apakah rasa ingin tahunya tentang Islam itu tulus atau hanya didorong oleh perasaannya padaku? Jazakum Allahu khayran untuk segala bimbingannya.

+105

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Buatlah doa untuk hidayah. Tindakannya akan menunjukkan niat aslinya, jadi cukup perhatikan dengan saksama.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah mengalami hal yang mirip! Jaga komunikasi tetap terbuka, tapi jangan lupa untuk melindungi hati kamu. Fokus pada pertanyaan dia tentang agama, bukan tentang 'hubungan kita'.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah ujian yang indah dari Allah. Teruslah berdoa untuk petunjuknya dan teruslah berbicara dengannya. Jika niatnya tulus, Allah akan memperjelasnya.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikan petunjuk padanya dan memberimu kebijaksanaan. Kayaknya nggak masalah kok kalau kamu komunikasi, cuma hati-hati jangan terlalu berharap tinggi.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Tetap sabar dan jaga percakapan tetap terpusat pada Islam, bukan hubungan kalian. Ketulusannya akan terlihat seiring berjalannya waktu.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Situasi yang rumit. Ingat, pertobatan tidak bisa diperuntukkan untuk seseorang. Mungkin batasi kontak sedikit supaya perjalanannya benar-benar milik dia sendiri?

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar