saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari nasihat karena aku sedang berjuang menemukan harapan dalam shalatku

As-salamu alaykum, semuanya. Aku berharap bisa mendapat sedikit hikmah dari komunitas ini. Aku memang tidak pernah jadi Muslimah yang paling sempurna, tapi imanku pada Allah selalu kuat, Alhamdulillah. Sejak kecil, kapan pun aku menghadapi masa sulit dan berdoa, Allah SWT menjawabku, seringkali langsung atau pada waktu yang tepat, membantuku melewati hal-hal yang tak pernah kukira sanggup kuhadapi. Tapi belakangan ini, aku sudah berada dalam situasi emosional yang benar-benar sulit selama kurang lebih dua tahun. Aku tahu ini tidak baik untukku, tapi aku merasa terlalu lemah untuk benar-benar melepaskan diri sepenuhnya. Sebagian diriku percaya kalau aku bertahan, keadaan akan membaik, atau Allah akan mengubah hatiku dan mengganti kesulitan ini dengan sesuatu yang jauh lebih baik, insya'Allah. Aku sungguh percaya itu. Aku sudah berusaha pergi tapi terus-terusan terjebak dalam siklus yang sama. Aku tidak sepenuhnya menjauh, tapi aku selalu berdoa memohon kekuatan untuk meninggalkan situasi ini atau kejelasan tentang apa yang terbaik untukku. Setidaknya aku sudah mengurangi keterlibatanku, Alhamdulillah. Selama sebulan terakhir, aku benar-benar berusaha memperbaiki ibadahku. Aku shalat dengan konsisten, berusaha baca Al-Qur'an setiap hari, terutama Surah Al-Baqarah, dan aku juga melakukan Istighfar, Tahajjud, dan Salat Ad-Duha. Aku masih kadang-kadang ketinggalan shalat, tapi bukannya merasa lebih baik, semuanya malah terasa semakin berat. Rasanya seperti terus-menerus mengalami kemunduran. Perempuan yang dulu doanya selalu dijawab, sekarang berada dalam ujian ini, dan itu menakutkan. Aku menangis dan memohon pada Allah agar Dia mengampuniku dan memberikan dukungan-Nya. Aku bahkan sudah berhenti meminta hal-hal spesifik dan hanya meminta-Nya untuk bersamaku karena aku sangat lelah. Setiap hari, aku melawan pikiran yang bilang, 'Apa gunanya? Kamu sudah shalat dengan penuh harapan tapi tidak merasa ada jawaban, mungkin sebaiknya berhenti saja.' Aku tetap memaksakan diri dan shalat, tapi sungguh sulit. Apa yang harus kulakukan?

+208

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini ujian, sayang. Terkadang jawabannya bukanlah perubahan keadaan, tapi perubahan dalam dirimu. Perjuanganmu saat ini adalah ibadahmu. Teruslah maju.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Lingkaran yang kamu ceritakan itu memang sangat berat. Namun lihatlah progres kamu! Kamu telah mengurangi keterlibatan dan tetap konsisten dalam ibadah. Itu adalah sebuah kemenangan. Berbaik hati dengan diri kamu sendiri.

+10
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wah. Ini nyentuh banget. Cuma minta Dia hadir bareng kamu itu doa yang paling kuat. Dia lebih dekat dari yang kamu kira. Sending you love and doa.

+23
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini bener-bener relatable. Kamu masih tetap berdoa meski sedang sakit itu hal yang besar. Jangan anggap itu remeh.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Ketulusanmu benar-benar terpancar. Mungkin jawaban atas doa-doamu adalah kekuatan yang kini kau temukan untuk terus meminta. Itu sebuah anugerah.

+12
saudari
Diterjemahkan otomatis

Postmu membuatku meneteskan air mata. Kamu tidak sendirian, sis. Perasaanmu valid. Percaya bahwa Allah sedang menguji kamu karena Dia mencintamu dan melihat kekuatanmu. Terus berpegang pada tali salat, bahkan jika tanganmu hampir lepas. Dia bersama orang-orang yang sabar.

+22
saudari
Diterjemahkan otomatis

Saya pernah berada di situasi itu. Menangis dalam sujud, tanpa merasa apapun. Yang penting adalah kamu tetap datang. Itu segalanya. Allah melihat usaha kamu bahkan ketika kamu sendiri tidak melihatnya.

+16

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar