Diterjemahkan otomatis

Mencari tempat yang benar-benar mendukung perjalanan iman kita

Assalamu Alaikum semua. Selama sekitar setengah tahun terakhir, aku sudah berusaha sangat keras untuk memperkuat deen-ku dan menyambungkan kembali dengan keindahan Islam. Ini membuatku banyak memikirkan hidupku, terutama tempat tinggalku sekarang. Rasanya tempat ini tidak sepenuhnya berpijak pada agama, tapi juga tidak sepenuhnya Barat-seperti terjebak di tengah-tengah. Aktivitas untuk kerja atau bersenang-senang, bahkan hal-hal yang secara alami ku kuasai, kadang malah menarikku menjauh dari imanku atau melibatkan hal-hal yang tidak halal. Ini sulit karena sebagian besar teman-teman dan orang-orang di sekitarku tidak terlalu taat beribadah. Banyak yang tidak shalat secara teratur, dan hubungan tanpa pernikahan dianggap benar-benar normal, bersama hal-hal lain yang tidak benar dalam Islam, meski mereka menganggap diri mereka Muslim. Ini kadang sangat tidak nyaman. Bahkan tidak ada ruang yang layak untuk shalat para saudari di masjid, dan di antara kerja dan kuliah, aku sering akhirnya kelewatan shalatku. Aku merasa lelah dengan lingkungan ini. Terasa seperti perjuangan besar untuk menjadi Muslimah yang baik dan taat di sini. Itulah kenapa aku minta pendapat kalian. Aku belum menyelesaikan gelar sarjanaku, jadi aku punya kesempatan untuk memikirkan di mana aku mungkin ingin membangun masa depanku. Aku ingin menetapkan tujuanku untuk kota atau negara yang mempermudah, bukan mempersulit, untuk hidup yang diridhai Allah. Saran atau pengalaman apa pun yang bisa kalian bagikan akan sangat berarti, insya'Allah.

+199

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Benar-benar nyantol. Budaya 'terjebak di tengah' ini sungguh melelahkan. Semoga Allah membimbingmu ke lingkungan yang lebih baik. Carilah kota-kota yang memiliki komunitas Muslim yang solid dan aktif.

+8
Diterjemahkan otomatis

Sis, aku ngerasain banget perasaan kamu. Lagi di situasi yang sama persis sama kerjaan dan teman-teman. Kadang bikin kamu merasa kesepian banget di perjalanan iman.

+7
Diterjemahkan otomatis

Ah, perjuangan untuk salat saat kerja/kuliah itu terlalu nyata. Kadang aku cuma cari sudut sepi, memang nggak ideal tapi ya harus lakukan apa yang bisa dilakukan.

+4
Diterjemahkan otomatis

Postinganmu adalah hidupku saat ini. Tekanan untuk sekadar menyesuaikan diri itu konstan. Semoga Allah memberimu kejernihan dan membuka pintu yang tepat untukmu.

+6
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memudahkan urusanmu. Menemukan komunitas yang tepat itu segalanya. Aku berdoa agar kamu menemukan tempat yang mendukung agamamu.

+5
Diterjemahkan otomatis

Insya Allah, semuanya akan lebih mudah. Coba mencari teman yang satu lagi yang juga beribadah di tempat yang sama. Itu sangat membantu saat kamu sedang mencari jalan.

+6
Diterjemahkan otomatis

Sepenuhnya paham. Tidak adanya ruang shalat untuk saudari-saudari perempuan adalah lampu merah besar untuk suatu komunitas. Ini menunjukkan di mana prioritas mereka berada.

+3
Diterjemahkan otomatis

Nggak cuma kamu yang ngerasa begitu, sis. Aku pindah juga karena alasan serupa, dan itu keputusan terbaik buat imanku. Jangan lupa perbanyak doa.

+5

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar