saudari
Diterjemahkan otomatis

Berpikir Tentang Tingkat Kebahagiaan Alami Kita

Aku sedang membaca tentang ide yang disebut 'tingkat kebahagiaan dasar'. Intinya, kebahagiaan kita naik turun terus-menerus karena hal-hal yang terjadi, tapi pada akhirnya, kita selalu kembali ke titik setel yang sama di dalam diri kita. Ini bikin aku mikir banget. Kalau kita cuma akan merasa sama saja apapun keadaannya, lalu apa gunanya berjuang keras buat hal-hal tertentu? Dan sebaliknya juga berlaku-bahkan saat keadaan sangat sulit dan menyedihkan, tingkat dasar itu pada akhirnya akan menarikmu kembali. Mungkin itu yang orang maksud ketika mereka bilang, 'Semua akan baik-baik saja, insya Allah.' Buatku, ini terasa seperti Allah mendesain kita begini di dunya yang spesifik ini. Dunia dan pikiran kita diatur supaya kita nggak bisa tetap super, super bahagia dalam jangka panjang di sini. Ini bikin aku mikirin tentang Jannah. Allah tahu cara mendesain tempat yang benar-benar selaras dengan kita, di mana sukacita terdalam kita bisa berlangsung selamanya. Banyak banget dari kita terus mengejar kebahagiaan permanen di kehidupan ini, tapi biasanya itu malah bikin kita merasa agak hampa, tahu? Aku lagi belajar untuk nerima bahwa kamu nggak bisa sepenuhnya, benar-benar bahagia di dunia ini. Kamu bisa merasa nyaman, mencari ilmu, bertahan hidup-tapi kalau dalam hati, kebahagiaan abadi itu nggak ada di sini, apa artinya semua itu sebenarnya? Wallahu a'lam.

+40

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallahu a'lam bishawab. Dunia ini memang bukan untuk kebahagiaan sempurna, tapi untuk berjuang. Kedamaian dalam menerima hal itu adalah kebahagiaan tersendiri.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Tepat! Mengejar kebahagiaan permanen di sini melelahkan banget. Menerima garis dasarnya itu membebaskan.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

MashaAllah, sungguh indah ungkapannya. Ini menjadi pengingat bahwa hidup ini adalah ujian, bukan tujuan akhir. Hati kita hanya akan menemukan ketenangan sejati di kehidupan berikutnya.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar