Obrolan Mendalam Bersaudara Tentang Iman dan Pertanyaan Kami
Assalamu alaikum, oke jadi kami berdua masih muda, tumbuh sebagai Muslim. Jujur saja, aku belum sedekat yang aku harap dengan agama-aku sedang berusaha membangun pondasi yang kuat dan menghadapi urusan pribadi juga, dan saudaraku juga kayaknya dalam kondisi yang mirip. Dia tipe pemikir, selalu mempertanyakan segala hal, dan kurasa aku juga, mungkin nggak sebanyak dia. Pokoknya, kami ngobrol tentang beberapa pengalaman masa lalu dan akhirnya bahas tentang Allah SWT. Kami berdua berbagi sudut pandang yang beda, tapi setelah beberapa lama, percakapannya jadi muter-muter aja, ngomongin hal yang sama berulang kali. Aku capek dan mutusin buat berhenti, meski dia pengen lanjutin. Ngobrolnya lama banget dan aku nggak bakal nulis semuanya di sini, tapi ini beberapa hal yang muncul-beberapa dari dia, mungkin beberapa dariku. Satu poin: kalau seseorang berbuat salah, latar belakang dan masa lalunya mempengaruhinya, jadi bisa dimengerti tapi tetap nggak boleh (kami pernah bahas ini sebelumnya). Dia kasih contoh yang honestly bikin aku nggak nyaman, jadi udahlah kita lewatin aja. Hal lain tentang orang yang bikin kerusakan di dunia: kalau Allah SWT tahu dan merencanakan segalanya, apakah Dia yang membuatnya terjadi? Dulu aku sering kepikiran ini pas kecil-kayak, kalau semuanya sudah tertulis, Dia udah tahu kalau aku belok kiri atau kanan, tapi aku tetap orangnya yang milih buat belok. Dia agak bikin aku bingung di bagian ini. Trus, kenapa Allah SWT menciptakan seseorang yang dari awal memang akan jadi jahat? Lalu, apakah Allah SWT menciptakan dunia cuma karena iseng, sebagai hiburan buat-Nya? Kalau Dia Maha Pengasih, kenapa banyak banget penderitaan, dan kenapa Dia nggak ikut campur? Pendapatku sih, dunia ini ujian, dan tujuannya yang sebenarnya adalah akhirat, jadi campur tangan nggak masuk akal-Dia nggak bisa disalahin atas apa yang orang pilih untuk dilakukan. Tapi percakapannya tetep muter balik ke pertanyaan yang sama. Kenapa bikin dunia yang ada penderitaannya, bukannya langsung kirim semua orang ke Jannah? Dan kalau memang begitu, gimana caranya Dia disebut Maha Penyayang? Bukannya itu sebutan-Nya? Aku bagi pemikiranku sendiri (banyak yang nggak aku tulis karena udah malem dan aku capek), tapi kami nggak nemuin titik temu. Kami berdua nggak benar-benar paham poin masing-masing, dan rasanya nggak berkembang. Kupikir lebih baik berhenti dulu, tidur, baca-baca, dan belajar lebih banyak daripada cuma ngulang-ngulang pembicaraan. Jadi aku akhiri untuk sekarang. Intinya, aku juga punya pertanyaanku sendiri-contohnya, sulit buat percaya kalau Allah SWT yang Maha Penyayang bakal mengirim semua non-Muslim ke Neraka tanpa mempertimbangkan perbuatan mereka. Mungkin itu cuma dikatakan buat menginspirasi taqwa dan menuntun hati, bukan diartikan secara harfiah? Aku cuma pakai pengetahuan yang udah aku punya, tapi saudaraku kayaknya bikin skenario ‘bagaimana jika’ baru yang semuanya terasa semau-maunya. Aku nggak nyari siapa-siapa buat nyalahin kami atau apa, cuma pendapat atau ide kalian buat obrolan yang lebih baik nanti. Ini bukan soal debat siapa yang benar-cuma ‘ini caraku lihatnya, gimana pendapatmu?’ Aku tahu aku nggak bagi semua pandanganku, tapi aku kecapean. Silakan nanya kalau mau detail lebih lanjut. Dan ingat, ini cuma diskusi-kami cuma dua anak muda yang sedang belajar, mempertanyakan, dan ragu-ragu sambil tumbuh dalam iman kami.