Suami saya pikir saya posesif setelah saya minta dia batasi kontak dengan rekan kerja perempuan
Assalamu alaikum, aku bener-bener butuh saran karena aku mulai ragu sama diri sendiri. Aku nikah tahun lalu, alhamdulillah. Awal tahun ini, suamiku datang ke pernikahan rekan kerja perempuannya. Aku nggak masalah dia pergi karena mereka cuma kolega-dia bahkan datang ke pernikahan kami-dan dia tunjukin foto dan video dari acara itu. Nggak ada masalah di situ. Sebulan kemudian, dia minta aku daftarin beberapa barang di eBay buat dia. Kami jualan bareng, jadi aku perlu foto dari ponselnya. Pas aku lagi lihat-lihat, aku nemu video dari pernikahan itu. Di dalamnya, aku lihat suamiku dan rekan kerja ini berdansa sambil pegangan tangan. Itu bikin aku kesel banget karena pegangan tangan sama non-mahram jelas-jelas batasan yang penting buatku, dia juga tahu itu. Waktu aku omongin, dia bilang karena ini pernikahannya, dia pikir nggak apa-apa, dan dia dansa kayak gitu sama yang lain. Dia juga tanya rekan kerja lain, dan mereka nggak lihat ada masalah. Setelah itu, aku bilang ke dia kalau aku nggak nyaman dia ngobrol sama dia di luar kerjaan tentang hal-hal non-kerja. Video itu bener-bener nyakitin hatiku, dan aku nggak bisa ngilangin dari pikiran. Aku tahu mereka tetap bakal ngobrol soal kerjaan, itu nggak masalah. Dia setuju (meski sekarang dia bilang nggak ingat pernah setuju) dan bahkan bilang ke rekan itu kalau aku nggak senang karena itu mempengaruhi pernikahan kami sampai kami beresin masalah. Nah, kemarin, dia kasih lagi ponselnya ke aku buat ngerjain beberapa tugas di aplikasi kerja pas dia tidur. Aku selesai dan, seperti biasa, nutup semua aplikasi yang terbuka. Aku lihat pratinjau Snapchat dan lihat dia ngirim pesan ke rekan kerja perempuan itu. Aku bingung karena kami udah sepakat dia nggak akan kontak dia di luar kerjaan, eh ternyata mereka saling balas story, dan di satu pesan dia panggil dia "Hun." Pas aku konfrontasi, dia bilang aku posesif dan ngatur-ngatur dia. Aku ngerasa dikhianati karena dia ngelanggar kesepakatan kami. Dia debat kalau dulu dia suka manggil orang "hun" atau "love" di tempat kerja sebelumnya, jadi kenapa sekarang beda? Aku bilang bedanya karena dia tahu perasaanku tentang orang ini. Apa aku berlebihan? Dia bilang aku bikin dia jadi gila karena semua orang yang dia ajak ngomong bilang dia nggak salah, dan dia percaya itu. Biar jelas, aku nggak mikir dia bakal selingkuh. Aku cuma ngerasa bingung banget.