Sahabat Masa Kecilku Mulai Minum Alkohol – Merasa Bingung
Salam semuanya. Aku mau mulai dengan bilang kalau aku bukan orang suci. Aku nggak mengikuti setiap aturan Islam dengan sempurna, sebagian karena orang tuaku dulu cukup keras soal agama waktu aku kecil, dan itu bikin aku agak benci. Tapi mereka nggak ekstrem, jadi aku nggak sepenuhnya terputus-masih banyak rasa bersalah yang nempel di diriku. Sahabatku dari sekolah dulu pakai jilbab karena disuruh orang tuanya, tapi beberapa tahun lalu dia pindah ke Kanada. Dia berhenti menutup aurat, mulai pakai baju yang beda, dan mulai pacaran. Tapi jujur, dia salah satu orang terbaik yang aku kenal-pintar banget, baik hati, dan dia jadi sandaranku di masa-masa sulit. Meskipun kami jauh, kami malah makin dekat. Baru-baru ini, aku tahu dia mulai minum alkohol juga. Aku rasa itu bukan kebiasaan rutin, tapi udah terjadi lebih dari sekali. Mungkin karena caraku dibesarkan, tapi minum dan merokok selalu dianggap dosa besar, terutama minum. Aku pernah coba shisha karena ikut-ikutan saudara, dan aku tahu banyak Muslim yang merokok, jadi aku nggak lihat itu sebagai haram dengan cara yang sama. Tapi soal minum, rasanya benar-benar salah, kayak sebuah batas serius yang dilewati-kayak nggak ada jalan kembali, kalau itu masuk akal. Aku nggak mau bilang aku super religius atau pengen jadi begitu, tapi aku penasaran: apa ini bikin aku munafik? Apakah benar kalau aku merasa malu? Ada dari kalian yang pernah ngalamin hal serupa, di mana kalian menyeimbangkan level haram yang beda-beda dalam pertemanan? Aku tahu sebagian Muslim bakal langsung putusin teman karena ini, atau setidaknya coba nasihatin. Tapi dia nggak minta nasihatku, dan agama itu topik sensitif buat dia karena orang tuanya. Aku cuma nggak tahu gimana harus menyikapinya-kebanyakan temanku melakukan sesuatu yang haram, dan yang nggak biasanya malah suka menghakimi, yang menurutku juga nggak benar. JazakAllah khair buat pendapat apa pun.