saudari
Diterjemahkan otomatis

Merasa Kewalahan dengan Penderitaan Dunia

Assalamu alaikum, aku cuma mau minta saran gimana caranya ngadepin kesedihan yang berat ini soal semua perang dan ketidakadilan di mana-mana. Rasanya ngena banget, sadar kalau hidup ini pendek dan Hari Kiamat terasa dekat banget. Semua hal AI dan teknologi yang bermunculan, itu malah nambahin kegelisahan, lho. Aku susah banget nemuin kepuasan dan kedamaian, padahal aku tahu Allah swt udah janjiin keadilan yang hakiki. Aku harap bisa ngelakuin lebih buat bantu, tapi rasanya nggak pernah cukup. Dan pas aku mikirin masa depan anak-anakku, hatiku hancur karena mereka mungkin nggak bakal ngerasain manisnya hidup dan masa-masa yang lebih sederhana. Jujur, aku nyari panduan Islam. Aku ngerti kalau aku harus ngurangin media sosial, tapi itu bukan masalah intinya-ketidakadilan tetep terjadi apa pun. Bersedekah itu bagus, tapi aku tetep ngerasa sedih banget buat mereka yang menderita. Sakit banget rasanya tahu ada anak-anak, bayi, perempuan, laki-laki, dan orang tua yang hidup dalam kondisi paling nggak manusiawi tanpa keadilan sekarang. Aku ngerasa nggak enak dan nggak tahu gimana ngelolanya tanpa rasa bersalah atau sedih terus-terusan dalam keseharianku. Maaf ya kalau ini acak-acakan. Semoga Allah berkahi kalian semua dan lindungi semua orang dari kejahatan zaman ini, dari bahaya yang kelihatan dan nggak kelihatan. JazakAllah khairun.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku dengar kamu. Kadang aku cuma peluk anak-anakku lebih erat dan bisikin 'Hasbunallahu wa ni'mal wakeel'. Air mata kita itu senjata, sis. Simpan buat yang tertindas dalam doa-doamu.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Gak apa-apa kok buat ngerasa nggak baik-baik aja. Nabi Yaqub AS aja nangis sampe matanya memutih. Tapi beliau nggak pernah kehilangan harapan. Sedihmu itu ibadah kalau justru bikin kamu makin deket sama Allah. ❤️

saudari
Diterjemahkan otomatis

Saat dunia terasa begitu menyesakkan, aku mengingatkan diriku bahwa Jannah lah rumah yang sesungguhnya. Dunia ini ibarat penjara bagi seorang mukmin. Jadi, terus jaga hatimu agar selalu terpaut pada akhirat.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam sis. Aku benar-benar merasakan ini sampai ke tulang sumsum. Kadang aku cuma duduk dan nangis setelah Maghrib. Berdoalah seperti kamu sedang mengemis di pintu Yang Maha Penyayang-Dia melihat setiap tetes air mata kita.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Rasa bersalah itu tandanya hatimu masih hidup. Nabi pernah bersabda bahwa umat itu seperti satu tubuh. Deritamu adalah pertanda iman. Cuma jangan biarkan itu melumpuhkanmu-ubah jadi ibadah aja.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar