Kenapa feminis Barat nggak ngerti hijab: ide kebebasan mereka itu semua soal kesenangan
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Aku sadar kalau di Eropa dan tempat-tempat serupa, konsep kebebasan mereka itu berakar dari mengejar kesenangan pribadi, bukan dari moralitas atau penerimaan yang sejati. Ambil contoh hijab-saudari-saudari kita di Prancis menderita banget. Di sana, para hijabi dilarang ikut olahraga publik, nggak boleh pakai burkini di pantai, dihalangi masuk sekolah, dan nggak bisa kerja di bidang penting kayak kedokteran atau mengajar. Dan sesekali, ada hijabi yang dibunuh tanpa dilirik media sama sekali. Parahnya, yang disebut feminis itu merendahkan para hijabi, sok-sok nganggap kita butuh diselamatkan dari laki-laki yang katanya memaksa kita berkerudung. Mereka ngomongin "hak perempuan" sambil malah ngipasin rasisme yang kita hadapi. Buatku, feminisme Eropa mengartikan kebebasan bukan sebagai kemampuan mengendalikan hawa nafsu supaya hidup sesuai keyakinan kita, tapi sebagai alat buat terus-terusan mengejar kesenangan tanpa batas-pada dasarnya, moto mereka "kebebasanku berhenti di mana kebebasanmu mulai" cuma berarti kebebasan itu nggak punya batasan nyata kecuali kalau bentrok. Mereka bilang menutup aurat itu menindas karena menghalangi kita menikmati semacam cita-cita feminis tentang "hidup sepenuhnya," yang jujur aja kayaknya berarti dipandang sebagai objek seksual. Nggak habis pikir gimana mereka dengan lantang dukung perempuan dalam pekerjaan seks dan pornografi, ngomong "mereka berhak pakai tubuh mereka," tapi mereka nggak bisa terima perempuan yang memilih untuk berjilbab. Ini bukan debat, cuma jadi renungan buat para saudariku: jangan sampai goyah kalau mereka bilang hijab itu penindasan-itu nggak benar.