Menemukan Harapan dalam Doa Saat Hidup Terasa Berat
Assalamu alaikum. Aku nggak pernah membayangkan bakal berada dalam situasi kayak gini. Udah hampir tiga tahun sejak perceraianku, dan aku masih tenggelam dalam utang dari pernikahan sebelumnya gara-gara mantan suamiku. Aku udah berusaha sekuat tenaga buat ngelunasin, tapi rasanya nggak ada habisnya. Aku tahu dia pakai namaku buat kredit, dan aku biarin aja. Mungkin aku pikir jadi istri yang taat itu artinya selalu bilang iya, atau aku cuma nggak bisa bikin batasan. Apa gunanya punya hati yang percaya dan selalu lihat sisi baik orang lain, kalau ujungnya cuma sakit? Beberapa tahun ini, aku terus berdoa dan sholat tanpa henti minta dibebasin dari masalah ini. Tapi gimana caranya aku tetap jaga harapan? Aku nggak mau meragukan rahmat Allah-aku beneran percaya Dia bisa ngubah semuanya dalam sekejap. Tapi akhir-akhir ini, masalah datang bertubi-tubi. Orang bilang Allah nguji mereka yang Dia sayang, dan itu menghibur, tapi kapan sih orang-orang yang disayang itu akhirnya ngerasain lega? Kapan mereka dapet balasan atau ngerasa bebannya terangkat? Aku cuma pengen doaku dikabulin. Aku butuh utang ini berhenti ngerusak hidupku. Tapi yang paling bikin aku takut adalah kehilangan harapan sama Allah.