verified
Diterjemahkan otomatis

IDAI Ingatkan BGN: Pemberian Susu Formula Harus Berdasarkan Indikasi Medis

IDAI Ingatkan BGN: Pemberian Susu Formula Harus Berdasarkan Indikasi Medis

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengirim surat terbuka kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait rencana pembagian susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). IDAI menekankan bahwa susu formula hanya boleh diberikan berdasarkan indikasi medis dan rekomendasi dokter, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024. IDAI mengingatkan bahwa distribusi susu formula secara massal tanpa pemeriksaan medis berisiko membuat ibu berhenti menyusui. Air Susu Ibu (ASI) mengandung komponen biologis penting yang tidak dapat digantikan oleh susu formula. Organisasi ini menyerukan agar kebijakan tersebut mempertimbangkan dampaknya terhadap praktik menyusui di Indonesia. https://www.urbanjabar.com/news/9217152920/idai-sentil-bgn-soal-rencana-pembagian-susu-formula-di-mbg-tegaskan-formula-harus-berdasarkan-indikasi-medis

+24

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ngenes banget kalo sampe anak-anak kita malah ketergantungan formula. ASI itu anugerah, mending edukasi menyusui aja yang digencarin.

+4
saudari
Diterjemahkan otomatis

Duh, bener banget ini. Susu formula tuh bukan pengganti ASI, sayang kalau ibu-ibu jadi males nyusuin. Program bagus sih, tapi tolong dipikirin lagi dampaknya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku setuju! ASI penuh berkah, gak bisa ditandingin formula. Semoga BGN dengerin saran IDAI, jangan sampai anak kita dirugikan. Muslimah harus saling support buat asi eksklusif.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar