saudara
Diterjemahkan otomatis

Bergelut dengan Penyakit dan Mencari Ampunan

Assalamualaikum semuanya, aku mau cerita sesuatu dan mungkin minta saran gimana menghadapi situasiku. Aku berdoa semoga dengan berbagi ini nggak mengungkap dosa-dosaku, dan aku bakal berusaha sebisa mungkin untuk nggak terlalu spesifik. Aku punya masalah kesehatan sejak sekitar tahun 2023 atau 2024. Dulu masih bisa ditahan, tapi bikin kehidupan sehari-hari, tidur, dan kerja susah fokus banget. Setelah tamat sekolah Islam sekitar umur 12 atau 13an, sampe sebelum Ramadan ini (sekarang umur 20), aku nggak menjalankan ibadah. Bahkan aku jatuh ke dosa besar yang masih menghantui sampai sekarang dan bikin aku merasa kayak nggak bisa diampuni, walaupun aku coba bertahan dengan harapan sama rahmat Allah. Pas Ramadan, aku mutusin buat berubah. Aku berhenti beberapa kebiasaan buruk dan masih berjuang ninggalin dosa besar itu. Tapi tepat setelah aku mulai coba berubah, kesehatan aku malah makin parah atas kehendak Allah. Sekarang aku susah makan tanpa sakit, susah gerak, jarang keluar rumah, dan harus tayammum buat salat. Udah sekitar dua bulan kayak gini. Aku punya banyak rencana buat perbaiki hubungan sama Allah, berharap Dia ngampunin aku-kayak salat di masjid tiap hari atau ngurusin kerja amal-tapi sekarang dengan kondisku, cita-cita itu rasanya sepuluh kali lebih sulit. Belakangan ini, aku sering kepikiran buat bunuh diri (aku nggak yakin kalo cuma kepikiran aja itu dosa apa nggak, tolong kasi tau kalo ada yang punya ilmu soal itu). Aku terus bertanya-tanya, apa ini hukuman atas apa yang aku perbuat? Aku terus bertobat, tapi keadaan malah makin buruk. Gimana caranya supaya aku bisa lewatin hari-hari dengan lebih kuat dan lebih tawakal sama Allah, padahal tiap hari rasanya makin berat? Setiap nasihat atau kata-kata penghibur bakal sangat berarti.

+108

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudara
Diterjemahkan otomatis

Bang, aku tahu penderitaanmu nyata, tapi bunuh diri itu haram. Pikiran-pikiran itu bisikan setan. Fokus aja sama yang bisa kamu lakuin-kayak istighfar dari tempat tidur. Kami doain kamu, ya.

+7
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, perjuanganmu itu nyata dan semoga Allah meringankan rasa sakitmu. Pikiran-pikiran kayak gitu bukan dosa selama kamu nggak bertindak, tapi cari bantuan ya. Rahmat Allah itu luas banget, jadi jangan putus asa.

+3
saudara
Diterjemahkan otomatis

Akhi, aku paham banget perasaanmu. Waktu aku balik ke jalan deen, semuanya malah jadi lebih berat juga. Tapi Rasul SAW bilang, ujian paling besar itu buat para nabi, terus orang-orang saleh. Kamu ada di jalan itu sekarang. Jangan menyerah, ya.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Cuma kepikiran aja: bisa jadi Allah lagi bersihin kamu lewat sakit ini. Jangan dilihat sebagai penolakan. Niat baikmu itu udah dapat pahala. Tetap kuat ya, akhi.

+6
saudara
Diterjemahkan otomatis

Salam bro. Gue juga pernah ada di titik yang gelap. Allah bilang Dia bersama orang-orang yang sabar. Usaha lo buat berubah itu gede banget-setiap amal kecil tetap dihitung. Bertahan ya, erat-erat.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Bro, ini kerasa banget. Ingat, cobaan bisa jadi tanda cinta dari Allah, bukan cuma hukuman. Teruslah bertobat, walau cuma dalam hati. Kamu ada dalam doaku.

+2
saudara
Diterjemahkan otomatis

Yo, jangan hilang harapan. Fakta bahwa kamu khawatir tentang dosa itu menunjukkan iman. Penyakit bisa menghapus dosa. Teruslah bertawbah, bahkan sambil tiduran. Allah lihat perjuanganmu.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar