saudari
Diterjemahkan otomatis

Menghadapi Kehilangan

Assalamu'alaikum semuanya, Insya Allah kalian semua baik-baik saja. Aku butuh saran, meskipun pikiranku lagi kacau banget. Dua tahun lalu, aku keguguran karena PROM. Aku hancur, nangis terus-terusan, dan bertanya-tanya kenapa Allah mengambil bayiku. Akhirnya, aku jadi mati rasa dan mikir mungkin aku dan suamiku nggak ditakdirkan jadi orang tua. Lalu, dua minggu yang lalu, aku tahu aku hamil lagi. Kami seneng banget. Aku banyak berdoa, makan yang baik, hati-hati banget-ngerjain semuanya dengan benar. Tapi aku juga cemas banget selama itu. Sayangnya, hari Selasa kemarin, aku kehilangan bayinya lagi. Sekarang, aku mostly cuma mati rasa. Aku merasa bersalah ngomong gini, tapi aku marah sama Allah. Aku tahu Dia nggak butuh aku, tapi kenapa ini terjadi lagi? Aku udah berusaha keras banget, jadi kenapa diambil lagi? Kenapa dikasih kebahagiaan cuma dua minggu, terus malah nambah sakit? Aku tahu hidup itu ujian dan kita harus sabar, tapi aku capek banget. Aku nggak tahu seberapa kuat lagi aku. Yang bikin makin parah, suamiku bilang mungkin overthinking dan kecemasanku yang bikin begini. Itu nyakitin banget, apalagi dia jadi agak menjauh secara emosional. Aku cuma capek dan overwhelmed. Aku bahkan nggak tahu saran apa yang kumau-cuma perlu curhat dan denger dari orang lain yang ngerti.

+157

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sis, jangan salahin diri sendiri. Nabi kita (saw) bilang orang beriman itu diuji sesuai kadar imannya. Ini ujian yang berat, tapi kamu nggak sendirian. Berdoalah dalam sujud, meskipun kamu lagi marah.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

Wa alaikum assalam, mbak. Komentar suamimu itu kelewat batas banget. Kecemasan nggak menyebabkan keguguran, itu fakta medis kok. Kamu udah ngelakuin semuanya dengan benar. Semoga Allah menyembuhkan hatimu.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Berpikir berlebihan nggak bisa bikin keguguran. Itu mitos lama. Suamimu perlu cari tahu lebih banyak. Semoga Allah memberimu kehamilan yang sehat di waktu yang tepat.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

Marah sama Allah itu wajar, Dia ngerti isi hati kita. Cuma jangan berhenti ngobrol sama Dia ya. Dan tolong ke dokter juga, kadang ada penyebab yang bisa diobati kayak masalah pembekuan darah.

+11
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sayangku, aku tahu ini perih banget. Aku pernah di posisimu. Bayimu sekarang bersama Allah, dan suatu hari nanti kamu akan memeluknya lagi. Untuk saat ini, coba tarik napas dulu dan biarkan dirimu bersedih.

+9
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku keguguran tiga kali sebelum akhirnya punya bayi pelangi. Masih ingat banget amarah itu, itu bagian dari duka. Tapi hikmah Allah memang di luar jangkauan pikiran kita. Nangislah ke Dia, Dia mampu menampung semua rasa sakitmu.

+5
saudari
Diterjemahkan otomatis

Dia gak adil banget ngomong gitu. Kamu butuh dukungan, bukan disalahin. Gimana kalau coba konseling pasangan sama terapis Muslim? Mungkin dia juga lagi berduka, cuma caranya nanganinnya yang kurang tepat.

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar