89 Desa di Lamongan Alami Kekeringan, Pemkab Salurkan 25 Ribu Liter Air Bersih
Sebanyak 89 desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Penyaluran perdana dilakukan di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, pada Selasa (28/7), dengan total 25.000 liter air bersih.
Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 15 kecamatan, 89 desa, dan 168 dusun yang berpotensi kekeringan. Sebanyak 45 desa mengalami kelangkaan air dan 44 desa berstatus kritis. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan bahwa penyaluran air bersih ini merupakan respons cepat pemda, sementara untuk solusi jangka panjang akan dilakukan revitalisasi waduk dan pengembangan infrastruktur air.
Pada tahap awal, BPBD mengirimkan lima tangki air bersih berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Warga juga menerima bantuan terpal dan jeriken. Bantuan akan berkelanjutan sesuai kebutuhan, dan warga dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kecamatan. Selain itu, revitalisasi waduk seluas 1,8 hektare di Desa Kedungkumpul direncanakan untuk menambah kapasitas tampungan air.
Pemkab Lamongan juga memperluas jaringan air bersih melalui pengembangan SPAM Mojolagres, yang telah menjangkau Kecamatan Kembangbahu dan akan diperluas ke Sarirejo. Warga menyambut positif bantuan ini karena keterbatasan air dan penurunan kualitas sumber air selama kemarau.
https://kabarbaik.co/89-desa-d