Hati Sedih Memikirkan Perjalanan Iman Adik Perempuanku di Hari Raya
Hari ini, di hari penuh berkah Idul Fitri, adik perempuanku terbuka bercerita padaku bahwa dia tidak akan ikut shalat Ied, dan bahwa dia sedang kesulitan dengan keyakinannya serta tidak shalat secara rutin. Meski di lubuk hati aku sudah lama merasa ada jarak antara dia dengan iman, mendengarnya mengatakannya langsung benar-benar membuatku terguncang, mengetahui dia merasa terputus dari Allah dan Deen kita yang indah. Ini semakin memberatkan hatiku karena, sebanyak apa pun aku berusaha, aku sendiri sering gagal menjadi Muslimah yang taat seperti yang kuidamkan. Orangtuaku, semoga Allah membimbing kita semua, tidak selalu memberikan teladan pendekatan Islam yang penuh kelembutan-kadang lebih fokus pada kritik dan ketakutan daripada cinta dan pengertian, dan aku selalu khawatir itu akan menjauhkannya. Sekarang, dia benar-benar telah berpaling dari iman, dan pergulatan kesehatan mentalnya berperan besar dalam keraguannya. Meski dengan segala tantangan dan kesalahanku sendiri, aku hanya ingin yang terbaik untuknya dan berdoa agar dia menemukan kedamaian dan petunjuk, tapi sejujurnya aku bingung langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Tolong ingat dia dalam doa-doa kalian.