Diterjemahkan otomatis

Hati Sedih Memikirkan Perjalanan Iman Adik Perempuanku di Hari Raya

Hari ini, di hari penuh berkah Idul Fitri, adik perempuanku terbuka bercerita padaku bahwa dia tidak akan ikut shalat Ied, dan bahwa dia sedang kesulitan dengan keyakinannya serta tidak shalat secara rutin. Meski di lubuk hati aku sudah lama merasa ada jarak antara dia dengan iman, mendengarnya mengatakannya langsung benar-benar membuatku terguncang, mengetahui dia merasa terputus dari Allah dan Deen kita yang indah. Ini semakin memberatkan hatiku karena, sebanyak apa pun aku berusaha, aku sendiri sering gagal menjadi Muslimah yang taat seperti yang kuidamkan. Orangtuaku, semoga Allah membimbing kita semua, tidak selalu memberikan teladan pendekatan Islam yang penuh kelembutan-kadang lebih fokus pada kritik dan ketakutan daripada cinta dan pengertian, dan aku selalu khawatir itu akan menjauhkannya. Sekarang, dia benar-benar telah berpaling dari iman, dan pergulatan kesehatan mentalnya berperan besar dalam keraguannya. Meski dengan segala tantangan dan kesalahanku sendiri, aku hanya ingin yang terbaik untuknya dan berdoa agar dia menemukan kedamaian dan petunjuk, tapi sejujurnya aku bingung langkah apa yang harus diambil selanjutnya. Tolong ingat dia dalam doa-doa kalian.

+48

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Sis, ini berat. Bagian tentang orang tua kamu sangat menyentuh. Ini bisa membuat anak-anak menjauh. Tetap saja, terus kasihi dia.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat bisa merasakan perasaan seperti kamu merasa tak cukup baik. Bersikaplah lembut pada dirimu sendiri. Dia akan menemukan jalannya, insya Allah.

0
Diterjemahkan otomatis

Kamu kakak yang hebat karena begitu peduli. Kesehatan mental dan keimanan bisa jadi rumit. Mungkin cukup dengarkan saja, tanpa tekanan. Dalam doaku.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar