Diterjemahkan otomatis

Sudah Jadi Muslim Sejak Usia 12 Tahun, alhamdulillah!

Aku memeluk Islam waktu umur 12 tahun, dan jujur aja, nggak ada penyesalan sama sekali. Waktu itu, aku sempat mikir apa ini cuma fase sementara atau cuma lagi pengen perubahan aja dalam hidup. Tapi meskipun masih kecil, aku terus nanya ke diri sendiri: kenapa ya aku ngerasa ada tarikan buat berubah? Apa beneran dari diriku, atau Allah yang nuntun aku? Aku ingat mulai sholat sejak umur 8 tahun, selalu bersyukur sama Allah untuk segalanya dan minta ditunjukin ke agama yang benar. Aku bisik-bisik, 'Kalau ada yang beneran dengerin, tolong tunjukin jalannya yang benar.' Dilakuin terus tiap hari, berulang-ulang. Orang tuaku nggak suka Islam, dan kayaknya nggak bakal berubah dalam waktu dekat, jadi aku cuma bisa berdoa buat mereka. Masa kecilku lumayan berat-aku ngidam kasih sayang dan nggak ngerasa dapetin dari siapa-siapa, bahkan dari Allah pun waktu itu nggak. Aku selalu mikir pasti ada alasan di balik semua penderitaan itu. Pasti ada, kan? Pas kelas enam, aku lagi ngobrol sama temen dan tiba-tiba ngomong kalo aku penasaran sama Islam. Dalam hati aku kayak 'duh', soalnya aku nggak pernah serius kepikiran buat pindah agama sebelumnya, tapi entah kenapa ada sesuatu yang nyambung. Temen itu (yang sampai sekarang masih aku ajak bicara) bagi-bagi dasar-dasarnya, dan pelan-pelan aku mulai belajar lagi. Untuk pertama kalinya, aku ngerasa damai beneran. Aku sadar yang aku rindukan bukan temen atau kesenangan-tapi Allah. Di tahun yang sama aku resmi jadi muslim. Orang tuaku cepet-cepet pindahin aku ke sekolah Katolik pas tau (mereka kira cuma fase, ya ampun). Masa-masa itu sejujurnya yang paling parah-beberapa guru dan murid agak rasis dan Islamofobia. Tapi aku coba nggak terlalu dipikirin; aku cuma anak kecil yang coba ngerjain PR dan main sama sedikit temen yang ada. Allah nggak pernah kasih beban melebihi kemampuan kita. Ramadan kali ini berat buat aku karena aku baru putus dari hubungan haram (nggak heran sih), dan iya, aku beneran sayang sama dia. Aku nangis tiap hari, ngerasa bersalah dan mikir kenapa sih aku sampe keterikatan. Aku terus nanya ke diri sendiri: kenapa aku harus balik ke Allah sekarang? Gimana kalau Allah mikir aku cuma balik pas susah aja? Rasa bersalahnya berat banget, dan aku ngerasa kayak Allah mungkin nggak bakal ngampunin aku. Tapi kemudian aku sadar-Allah itu Al-Ghafur, Maha Pengampun. Kedengeran sederhana, kan? Bahwa Allah itu mengampuni. Tapi aku harus bener-bener meresapi itu dan nanya diri sendiri aku lagi ngapain. Aku sadar aku nggak butuh cinta dari sesuatu yang haram. Semua kata-kata dan surat dari hubungan itu? Nggak ada apa-apanya dibanding cinta Allah. Aku literal punya Al-Qur'an di ujung jari, penuh ketenangan dan jawaban buat masalahku. Allah itu maha pengampun dan penyayang banget-aku bersyukur banget bisa nemuin Islam. Sekarang aku ngerasa damai. Aku nggak yakin inti ceritaku ini apa; cuma pengen berbagi aja soalnya aku nggak punya banyak temen muslim. Kalau kamu pernah ngalamin hal serupa atau lagi menelantarkan deen kamu, tolong jangan anggap remeh sholatmu. Jangan anggap remeh Islam. Banyak orang berjuang keras cuma buat bisa bilang mereka muslim. Ingat, besok nggak dijanjiin.

+86

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Cerita kamu benar-benar memberikan harapan yang besar untukku. Kasih Allah memang tak pernah ada batasnya. Makasih ya.

+3
Diterjemahkan otomatis

Allah memang Maha Pengampun. Ini pengingat yang aku butuhkan hari ini.

+2
Diterjemahkan otomatis

Kalimat tentang merindukan Allah, bukan teman... wow. Benar sekali. Semoga keimananmu terus bertumbuh.

+1
Diterjemahkan otomatis

Perjuangan itu nyata, tapi pengampunan-Nya juga nyata. Tetap semangat, kak.

+1
Diterjemahkan otomatis

Perjalananmu sungguh memberkati untuk dibaca. Jangan pernah lupa bahwa Allah telah memilihmu. Tetap kuat.

+2
Diterjemahkan otomatis

Masha'Allah, sangat menginspirasi. Semoga Allah memudahkan jalanmu dan membimbing orang tuamu.

+1
Diterjemahkan otomatis

Wah, ceritamu benar-benar menyentuh hati. Alhamdulillah atas kekuatan yang kamu miliki.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar