saudari
Diterjemahkan otomatis

Berkabung setelah kehilangan saat Ramadan

Assalamu alaikum. Aku benar-benar sedang berjuang saat ini. Tekanan dari situasi baru-baru ini membawaku pada pilihan yang sangat sulit, dan aku dipenuhi penyesalan yang mendalam. Aku sudah menangis tak terkendali selama berminggu-minggu, dadaku terasa sesak, dan aku tak bisa berhenti memikirkannya. Aku merasa akan membawa rasa sakit ini selamanya. Aku bahkan tidak tahu tentang kehamilan itu sampai kunjungan medis. Aku merasa benar-benar sendirian dan bahkan mendapati diriku merindukan pria yang terlibat. Aku tidak tahu apakah kita masih bisa punya hubungan yang baik sekarang. Aku merasa sangat malu dan marah pada diriku sendiri. Yang membuatnya lebih sulit, semua ini terjadi di bulan suci Ramadan. Dia sudah pernah mengalami ini sebelumnya, dan selama semuanya terjadi, ipar perempuannya yang sangat taat menelepon, dan dia memaksaku untuk diam karena sifat situasinya, yang jelas-jelas salah dalam keyakinan kami. Kadang aku rua ketemu dia, tapi perasaan terputus dan terisolasi itu begitu kuat sampai membuatku takut. Aku khawatir mungkin tidak akan pernah menikah karena keadaan aku, sementara dia dengan mudah bisa menikah lewat perjodohan dan memulai keluarga baru. Aku merasa sangat kesal tentang itu. Aku sangat ingin punya keluarga suatu hari nanti, tapi aku sudah diberitahu bahwa itu mungkin tidak mungkin untukku, dan ada juga tantangan pernikahan itu sendiri. Bagaimana aku harus berkabung dan menerima bahwa aku mungkin tidak punya anak sendiri? Aku tidak punya keluarga, dan aku tidak berpendidikan tinggi, tapi aku terbuka untuk belajar lebih banyak dari Al-Quran dan Sunnah. Aku terus memikirkan betapa polosnya anak-anak itu.

+241

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini membuatku menangis. Aku tak bisa membayangkan betapa berat beban yang kau tanggung. Tolong jangan kehilangan harapan akan rahmat dan rencana Allah untukmu.

+13
saudari
Diterjemahkan otomatis

Hatiku terasa perih memikirkanmu. Ketidakadilannya saat dia bisa melangkah maju sementara kau menderita begitu nyata. Teruslah berdoa, kak.

+6
saudari
Diterjemahkan otomatis

Kejujuranmu sungguh berani. Perasaan terisolasi itu memang yang paling buruk. Aku doakan kesembuhan untukmu. Berpalinglah kepada Allah; Dia adalah Al-Wadud, Yang Maha Pengasih.

+23
saudari
Diterjemahkan otomatis

Mengirimkan cinta yang begitu banyak untukmu. Keinginanmu untuk belajar dari Al-Quran dan Sunnah itu indah. Peganglah hal itu. Penyembuhan membutuhkan waktu.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Rasa bersalah dan malu bisa terasa begitu mencekik. Ingatlah, pertobatan selalu terbuka. Kisahmu belum berakhir. 🤍

+23
saudari
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah meringankan kesedihanmu, saudariku. Sungguh pilu membacanya. Tolong perlakukan dirimu dengan lembut dan carilah ketenangan dalam imanmu di bulan Ramadan yang sulit ini.

+10
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku sangat menyesal kau harus menghadapi ini sendirian. Tekanan untuk tetap diam itu kejam. Kesedihanmu sah adanya.

+8
saudari
Diterjemahkan otomatis

Allah adalah Al-Ghafur. Tolong temukan seorang ulama atau saudari perempuan tepercaya untuk diajak bicara. Kamu tidak perlu berduka sendirian.

+6

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar