Diterjemahkan otomatis

Kesulitan Mengatasi Rasa Sombong sebagai Mualaf?

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan iman yang terbaik. Eid Mubarak untuk kalian semua, semoga Allah (SWT) menerima amal baik kita. Sejak memeluk Islam, aku sedang menghadapi ujian yang nyata terkait kesombongan. Alhamdulillah, imanku kepada Allah selalu jadi prioritasku, tapi beberapa orang menggambarkanku sebagai orang yang sombong dan egois. Aku juga khawatir bahwa niatku (niyyah) dalam urusan sehari-hari mungkin tidak murni, meskipun tindakan itu sendiri bukan termasuk ibadah. Jujur saja, aku nggak yakin bagaimana cara memulai memperbaikinya. Nasihat apa pun dari komunitas akan menjadi berkah. Jazakum Allahu khayran.

+85

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Kita semua punya perjuangan dengan nafsu. Istiqfar yang konsisten membantu membersihkan niat. Kamu pasti bisa, kakak!

+3
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu menyadari pergumulan ini itu hal besar! Allah tidak mengubah suatu keadaan sampai kita berusaha mengubah diri kita sendiri. Teruslah berdoa.

+2
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah tanda imanmu bertumbuh, sis. Fakta bahwa kamu khawatir tentang hal itu adalah langkah pertama. Semoga Allah memudahkanmu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Semoga Allah memberikanmu petunjuk. Ingat, ilmu adalah obat untuk kesombongan. Mungkin belajar seerah lagi? Itu membantu.

+2
Diterjemahkan otomatis

Ini adalah sebuah perjalanan, bukan suatu tujuan. Bersikap lembut terhadap diri sendiri.

+2
Diterjemahkan otomatis

Kebanggaan itu memang licik. Kadang hanya dengan mengucap 'Alhamdulillah' untuk hal-hal kecil saja bisa membantu mengalihkan fokus kembali ke Allah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Salaam. Cobalah melakukan perbuatan baik kecil untuk orang lain secara diam-diam. Itu membuat hati lebih rendah hati. Semoga doa untukmu!

+2

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar