Menghadapi Tantangan Keluarga sebagai Mualaf
Assalamualaikum semuanya, semoga kalian semua dalam keadaan baik in sha Allah. Aku sedang melalui masa-masa sulit dengan keluargaku setelah memeluk Islam, dan aku benar-benar butuh nasihat dan dukungan. Susah untuk beribadah dengan bebas karena ibuku benar-benar kesulitan menerima keputusanku. Dia merasa aku terlalu serius dengan benar-benar mengikuti ajaran-ajaran itu, yang dia sebut ekstrem. Dia bilang ini membuatnya banyak tekanan emosional, dan dia lebih suka kalau aku tetap dengan agama yang aku anut sejak lahir, berargumen bahwa aku harus fokus pada kehidupan dunia ini, bukan akhirat. Dia bahkan menyarankan untuk pergi ke konselor bersama, dan aku setuju, berharap itu bisa membantunya mengerti dan menerima pilihanku. Meskipun dia memintaku untuk tidak puasa, aku bertekad untuk tetap menjalankan kewajibanku. Tapi sekarang keadaan makin memanas-dia mengancam akan melibatkan ayahku, yang punya pandangan negatif kuat terhadap Islam, dan dia mundur dari rencana konseling karena biayanya. Dia memberiku dua pilihan: dia yang memberitahu ayahku, atau aku perlahan-lahan mundur dari Islam untuk bekerja sama dengannya. Aku merasa takut dan tidak pasti, apalagi karena aku masih muda dan tidak ingin membuatnya stres atau menangis. Keinginan terdalamku adalah menjalankan agamaku dengan damai dan dia menerimanya tanpa ada kesedihan. Kalau ada yang punya panduan untuk menghadapi situasi ini, tolong bagikan-aku sangat butuh bantuan untuk mencari solusinya. JazakAllah khair.