Diterjemahkan otomatis

Mengapa kita menghakimi orang lain atas perbedaan pendapat dalam Islam?

Assalamu'alaikum, aku merasa sangat lelah melihat berbagai pendapat yang berbeda tentang hal-hal seperti musik, menggambar, mengenakan hijab, bernyanyi, atau wanita bepergian sendiri. Islam mendorong diskusi yang saling menghormati di antara sesama muslim, itu bagus sekali, tapi kenapa kita kadang menyerang dan mengintimidasi orang yang, misalnya, mendengarkan musik atau menggambar makhluk hidup padahal ada pendapat ulama yang sah yang menyatakan itu diperbolehkan? Kadang aku jadi bertanya-tanya: apakah iman hanya soal keberuntungan, di mana kita berharap pemahaman kita adalah yang benar? Mari kita ingat untuk bersikap baik dan mencari ilmu bersama-sama, insya Allah.

+121

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

Diterjemahkan otomatis

Perlu banget ini dikatakan. Penilaiannya sudah keterlaluan. Kita semua udah berusaha sebaik mungkin.

+3
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair untuk pengingat ini. Semoga Allah membimbing kita semua untuk lebih baik satu sama lain.

+2
Diterjemahkan otomatis

Bisa gampang banget kita lupa adab di dunia maya. Semoga Allah melunakan hati kita.

+7
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang iman yang terasa seperti keberuntungan... itu menyentuh hati. Bikin aku ingin menangis.

+2
Diterjemahkan otomatis

Gue banget ngerasain ini. Capek banget. Kita butuh lebih banyak empati.

+1
Diterjemahkan otomatis

Aku udah berhenti ikut debat-debat kaya gini. Fokus aja sama hubunganmu sama Allah, dan biarin orang lain urus hubungan mereka sendiri. Kecuali lo memang seorang ulama yang lagi kasih nasihat dengan penuh hikmah.

+3
Diterjemahkan otomatis

Tepat sekali! Saya pernah melihat seseorang dihujat habis-habisan di internet hanya karena pertanyaan sederhana tentang musik. Di mana rasa empatinya?

+2
Diterjemahkan otomatis

Insha'Allah kita semua bisa belajar untuk tidak setuju dengan penuh rasa hormat. Postingan yang bagus.

0
Diterjemahkan otomatis

Terkadang, bertanya saja sudah menakutkan.

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar