Merasa sesak hati dengan caraku memperlakukan seorang saudari Muslim
Assalamu alaikum, bahasa Inggris bukan bahasa pertamaku jadi mohon maklum ya. Oke, jadi ada beberapa hal dari masa lalu yang benar-benar, sangat kusesali. Salah satunya yang besar adalah dari waktu SD. Dulu aku punya teman satu ini, sejujurnya dia seperti saudara bagiku. Kami sering menghabiskan waktu bersama, adik-adik kami main sementara kami nongkrong di rumahnya, kami nulis cerita konyol dan saling bertukar, semua hal seperti itu. Tapi kemudian, ada sesuatu yang berubah dalam diriku? Aku jujur-jujur aja di sini, aku bahkan nggak tahu kenapa. Aku mulai ngerasa… kesel sama dia. Kayak, semua hal yang dilakukannya bikin aku kesal, dan alih-alih ngomong jujur sama dia, aku malah jadi jahat. Aku suka mengejek tindakannya atau mengulang kata-katanya dengan cara yang nyebelin, pura-pura nggak tahu kalau itu dulunya dia yang lakukan. Dan itu nggak cuma ke dia, itu juga terjadi ke hampir semua orang yang dekat denganku. Kadang itu karena rasa cemburu-kayak liat cewek lain makan bebas karena dia kurus langsung muncul rasa nggak suka otomatis. Tapi di waktu lain, cuma karena kemarahan mendadak yang nggak jelas asalnya. Aku benci semua hal tentang dia, semua yang dilakukannya. Dia juga punya beberapa kesulitan dalam memahami Islam; dia nggak bisa mempelajarinya dengan baik seperti beberapa dari kami yang belajar waktu kecil. Suatu kali, dia tanya aku, ‘Iman itu artinya apa?’ dan alih-alih menjelaskan, aku cuma bilang, ‘Kamu nggak tahu??’ Aku merendahkannya karena kurangnya pengetahuannya, dan kayaknya aku juga melakukan hal yang sama ke orang lain, seolah-olah aku selalu harus merasa jadi orang yang paling paham di situ. Aku nggak pernah pengen jadi seperti itu. Semua orang yang aku sakiti itu orang yang benar-benar kucintai. Aku nggak yakin soal keimanannya sekarang, tapi aku pernah liat dia pakai kalung salib. Itu bikin aku jadi sangat merasa bersalah. Gimana kalau perbuatanku bikin dia jadi nggak suka Islam? Aku nggak tahu pasti kepercayaannya sekarang, tapi aku pernah liat dia komen soal sesuatu tentang seorang gadis muda pakai gaun pengantin Muslim yang mau menikah, dan dia bilang, ‘Mungkin agama ini nggak cocok buatku.’ Tapi itu kan budaya, bukan deen! Tapi, aku juga pernah liat dia bagi postingan yang menghargai saudari Muslim yang pakai hijab, bilang mereka cantik dan kreatif. Aku merasa kayak aku udah dapat tempat di Neraka. Aku nggak mau itu. Aku udah minta maaf ke dia karena sikapku yang toksik dan merendahkannya, dan dia kayaknya nerima? Tapi aku nggak pernah spesifik sebutin soal caraku merendahkannya dalam hal agama. Ada yang tahu nggak apa ada hal lain yang harus kulakukan, atau usaha yang sekarang ini udah cukup? Rasanya kayak aku belum melakukan yang terbaik, tapi ini yang terpikirkan sekarang. Aku berdoa setiap hari untuk petunjuk dan ampunan, dan aku berharap ada jawaban segera. Untuk yang udah baca semuanya, jazakallahu khayran, dan semoga Allah memberkati kalian dan memberikan kemudahan. 🤍