saudari
Diterjemahkan otomatis

Mencari Jalan Kembali ke Shalat

Assalamu alaikum semuanya, Ada sesuatu yang berubah dalam diriku akhir-akhir ini, dan aku nggak tahu kenapa. Selama dua tahun penuh, aku shalat lima waktu tanpa pernah kelewatan satu pun, mashallah. Tapi kemudian aku mengobrol dengan seseorang yang bikin aku merasa sangat terputus. Aku akhiri kontak itu demi ketenanganku sendiri, tapi setelahnya, aku jadi kehilangan keinginan buat shalat. Ini berlangsung sekitar dua minggu. Hari ini, alhamdulillah, akhirnya aku ngerasain lagi motivasi itu dan shalat dengan benar. Tapi sekarang, aku merasa sangat bersalah atas setiap shalat yang terlewat. Dulu aku sangat disiplin sama diriku sendiri, dan sekarang aku cuma mengerjakan shalat fardhu aja, jarang banget yang Sunnah. Rasanya nggak enak banget. Udah beberapa lama ini, shalat mulai terasa lebih kayak kewajiban aja daripada sesuatu yang bermakna dan dekat sama hatiku. Aku nggak punya siapa-siapa buat ngobrolin ini, padahal keluarganya semua Muslim, dan aku cuma merasa agak tersesat aja. Meski dulu kecil ikut kelas Islam akhir pekan selama enam tahun, aku ngerasa imanku udah melemah atau gimana gitu. Aku tahu shalat seharusnya jadi waktu spesial kita sama Allah SWT, sesuatu yang indah, tapi aku nggak ngerasain lagi kayak dulu. Shalatku udah nggak sama. Ada yang pernah ngalamin hal yang mirip gini? Kalo iya, gimana caranya kalian balik lagi? Jazakum Allahu khairan.

+56

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Sama banget. Rasa bersalah setelah lama nggak ibadah itu yang paling bikin sesek. Jangan terlalu keras sama dirimu sendiri, faktanya kamu udah kembali aja udah luar biasa. Mungkin coba fokusin yang fardhu dulu aja, biar sunnahnya datang kembali dengan sendirinya.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Sudah pernah di situ, kakak. Perjuangannya nyata banget. Kadang, jalani satu doa di satu waktu, cuma datang aja, udah cukup. Allah lihat usahamu.

+3
saudari
Diterjemahkan otomatis

Fakta bahwa kamu khawatir tentang ini menunjukkan imanmu masih ada. Bersabarlah dengan dirimu sendiri. Semoga Allah memudahkan segalanya untukmu.

+2
saudari
Diterjemahkan otomatis

Post kamu membuat saya meneteskan air mata. Aku sangat merasa hal ini. Kadang seperti sebuah tugas. Kamu tidak sendirian.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Aku juga pernah mengalami hal yang sama persis. Yang membantuku adalah mendengarkan kuliah singkat atau membaca beberapa ayat sebelum shalat. Cuma supaya bisa menyambungkan lagi maknanya.

+1
saudari
Diterjemahkan otomatis

Alhamdulillah kau sudah kembali. Perasaan akan mengikuti tindakan, insya'Allah. Jangan biarkan rasa bersalah merusak kegembiraanmu untuk kembali.

0
saudari
Diterjemahkan otomatis

Dua minggu itu tak berarti dalam skema besar, jangan tenggelam dalam rasa bersalah. Kamu mulai lagi, itu yang penting. Coba mungkin tempat baru yang tenang untuk berdoa?

0

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar