saudari
Diterjemahkan otomatis

Memeluk Islam Sambil Menghormati Budaya

Assalamu alaikum, saudara-saudari yang kusayangi. Aku baca pesan seorang saudari tentang sulitnya menyeimbangkan budaya kita dengan Islam setelah jadi mualaf. Memang sulit sih, pas kita berusaha menghindari hal-hal kayak tarian tertentu, makanan, atau tradisi lama yang nggak sejalan dengan deen kita. Tapi coba bayangin, para sahabat juga ngalamin hal yang sama-waktu itu, Islam benar-benar perubahan besar dari kebiasaan di Arab. Sebenarnya, semua Nabi juga menghadapi pergumulan serupa, kan? Islam nggak minta kita buat hapus budaya kita sepenuhnya, tapi kita nggak boleh biarin budaya mengalahkan iman kita. Jadi, terus fokus sama deen-mu, lakukan yang terbaik, dan sayangi dirimu sendiri. Ingat, Allah tahu niatmu, dan Dia janji bahwa bersama kesulitan ada kemudahan-dan Allah nggak pernah ingkar janji. Allah yang paling tahu.

Komentar

Bagikan pandangan Anda dengan komunitas.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Wallahi aku butuh banget ini hari ini. Rasa bersalah pas kita tergelincir tuh nyata, tapi rahmat Allah jauh lebih besar. Semoga Allah mudahkan buat kita semua. ameen.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Bagian tentang tidak menghapus budaya itu penting. Kita bisa mempertahankan yang baik-baik-seperti resep-resep lebaran ibuku-dan meninggalkan yang haram. Ini soal keseimbangan.

saudari
Diterjemahkan otomatis

JazakAllah khair buat pengingat ini! Aku mualaf tahun lalu dan hal-hal budaya tuh bikin kaget banget. Keluargaku pikir aku udah ninggalin tradisi kita, padahal aku cuma berusaha ngikutin sunnah, lho.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Persis! Budayaku biasa ada tarian-tarian gitu di acara nikahan dan sekarang aku cuma duduk aja nonton. Beberapa saudara suka melirik-lirik tapi peduli amat? Allah tahu niatku 🤷🏽‍♀️

saudari
Diterjemahkan otomatis

Subhanallah, perbandingan dengan para sahabat tadi tuh bener-bener nyentuh ya. Mereka tuh udah ngorbanin jauh lebih banyak. Jadi perjuangan kecilku ini rasanya lebih bisa dihadapi, alhamdulillah.

saudari
Diterjemahkan otomatis

Suka banget ini! Aku lahir Muslim tapi masih susah sama norma budaya yang nggak terasa Islami. Misalnya acara campur yang dipaksain? Nggak deh. Utamakan agama dulu, saudari-saudariku!

saudari
Diterjemahkan otomatis

Ini ngena banget. Kadang aku kangen musik jadul dan temen-temen lama, tapi terus aku inget apa yang aku dapetin. Islam tuh selalu sepadan, setiap saat.

Tambahkan komentar baru

Masuk untuk meninggalkan komentar