Kapan Bantuan Itu Akan Datang?
Setiap hari rasanya berat, kayak perjuangan terus-menerus. Aku hampir nggak punya tenaga buat bangun dari tempat tidur, sikat gigi, mandi, atau bahkan makan-aku tahu ini mungkin kedengaran buruk, tapi tolong coba pahami posisiku. Bahkan tugas-tugas kecil menguras semua energiku, dan aku selalu capek, meskipun nggak ngapa-ngapain. Yang lebih nyakitin adalah nggak ada yang ngerti; semua orang cuma nganggep aku anak malas. Aku nggak pernah minta dilahirkan, jadi kenapa Allah bikin aku ngalamin ini? Orang bilang kalau Allah lagi nguji hamba-Nya dengan kesulitan, itu tanda cinta-Nya, tapi aku sama sekali nggak ngerasain cinta itu-rasanya kayak Dia nggak peduli sama aku atau malah nggak suka. Aku pengen bisa hidup kayak anak muda lain, tapi aku nggak punya teman. Aku nggak bisa inget momen pas aku bener-bener damai. Hidupku selalu menyakitkan. Setiap hari, aku mikir buat ngakhirin semuanya. Aku cuma pengen damai, sekali aja. Keberadaanku terasa kayak siksaan, dan aku merasa bersalah ngomong gitu karena aku tahu orang lain ada yang jauh lebih susah-aku merasa nggak bersyukur. Aku nggak ngerti kenapa Allah tetep ngehidupin aku. Dia tahu aku nggak punya tenaga buat ngapa-ngapain. Dia tahu hidupku ini cobaan, jadi kenapa diperpanjang? Maaf ya aku ngomong begini, tapi aku beneran nggak ngerasain cinta-Nya, meskipun dengan semua berkah yang Dia kasih-atap di atas kepala, makanan, baju, pendidikan, dan lainnya. Tetep aja, aku merasa kosong dari cinta-Nya. Kenapa hidupku sekeras ini sejak kecil? Aku nggak pernah bener-bener menikmati hidup. Kenapa Dia menciptakanku? Mungkin aku orang jahat tanpa sadar, dan ini hukuman? Aku cuma pengen tahu kenapa aku hidup kayak gini. Kalau Dia benci aku, kenapa nggak dibiarin aja aku mati dan menghadapi Jahannam? Kenapa aku harus menderita di sini juga? Aku cuma pengen damai, nggak ada yang lain. Setidaknya sekali dalam hidupku. Mungkin karena aku nggak bersyukur.