Momen Saat Doa Kita Punya Peluang Spesial untuk Diterima
Assalamu alaikum, saudara-saudariku yang tersayang. Aku pengen berbagi beberapa pengingat indah tentang waktu-waktu yang diberkahi saat doa kita lebih mungkin sampai ke Allah. Ini momen-momen sederhana tapi kuat yang bisa kita semua pegang, apalagi kalau hidup lagi terasa berat. 1. Di penghujung malam Nabi ﷺ memberitahu kita bahwa Tuhan kita turun ke langit terendah di sepertiga malam terakhir, seraya berfirman, "Adakah yang meminta kepada-Ku supaya Aku beri? Adakah yang memohon ampunan-Ku supaya Aku ampuni dia?" (al-Bukhaari 1145). 2. Tepat sebelum mengakhiri shalat wajib Abu Umamah (semoga Allah meridhainya) menyampaikan bahwa doa yang paling didengarkan adalah di penghujung malam dan di akhir shalat fardhu (At-Tirmidhî 3499; Hasan). Ingat, ini maksudnya sebelum kita mengucapkan salam, bukan setelahnya-Ibn Mas'ood (semoga Allah meridhainya) bilang Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk memohon kebaikan apa pun yang kita inginkan setelah menyelesaikan tasyahud (al-Bukhaari 5876, Muslim 402). 3. Antara adzan dan iqamah Nabi kita yang tercinta ﷺ bersabda, "Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan tertolak" (at-Tirmidhi 212; shahih). 4. Menggunakan doa Yunus (salam sejahtera baginya) Ketika di dalam perut ikan paus, Yunus berseru: "Laa ilaaha illaa Anta Subhaanaka inni kuntu min adh-dhaalimeen" (Tiada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim). Nabi ﷺ bersabda bahwa tidaklah seorang muslim berdoa dengan doa ini untuk sesuatu kecuali Allah mengabulkannya (at-Tirmidhi 3505; shahih). 5. Satu jam terakhir di hari Jumat Nabi ﷺ bersabda, "Hari Jumat itu ada dua belas jam, di mana tidaklah seorang muslim meminta sesuatu kepada Allah pada salah satunya kecuali Dia memberikannya. Maka carilah waktu itu di jam terakhir setelah 'Ashar" (Abu Dawood 1048; shahih). 6. Saat kita sedang berpuasa, terutama menjelang berbuka Doa orang yang berpuasa itu tidak tertolak, baik tepat sebelum berbuka maupun sesudahnya-para ulama menjelaskan bahwa kata 'inda dalam hadis mencakup kedua waktu itu (Fataawaa Al-Lajnah ad-Da'imah 9/30). 7. Teriakan orang yang dizalimi Nabi ﷺ memperingatkan kita tentang doa orang yang teraniaya, karena tidak ada tabir antara doa itu dan Allah. Beliau juga bersabda bahwa Allah mengangkatnya di atas awan dan berfirman, "Demi kemuliaan-Ku, Aku akan menolongmu, meskipun nanti" (al-Bukhaari 4347; at-Tirmidhi 3598, Ibn Maajah 1752; shahih). 8. Doa orang tua untuk atau tentang anaknya Nabi ﷺ bersabda bahwa tiga doa pasti dikabulkan: doa orang yang terzalimi, musafir, dan doa orang tua untuk anaknya. Begitu pula, doa buruk orang tua untuk anaknya juga diterima (Ibn Maajah 3862; at-Tirmidhî 1905; Hasan). 9. Saat dalam perjalanan Seperti disebutkan dalam hadis di atas, doa musafir punya bobot khusus. 10. Doa pemimpin yang adil Juga disebutkan dalam riwayat yang sama. 11. Ketika sujud Nabi ﷺ bersabda, "Paling dekatnya seorang hamba dengan Tuhannya adalah saat ia bersujud, maka perbanyaklah doa di situ" (Shahih Muslim 482). 12. dan 13. Saat adzan dan saat perang Dua doa yang jarang ditolak: ketika panggilan shalat dikumandangkan dan ketika pertempuran memanas (Abu Dawood 2540; shahih). 14. Saat hujan turun Nabi ﷺ bersabda, "Dua doa yang tidak ditolak: saat adzan dan saat hujan" (al-Hakim 2534; shahih). 15. Saat mendengar ayam berkokok Beliau ﷺ mengajarkan kita untuk memohon karunia Allah saat mendengar ayam, karena ia melihat malaikat, dan berlindung dari setan saat mendengar keledai meringkik, karena ia melihat setan (Shahih Muslim 2729). 16. Minum air Zamzam Nabi ﷺ bersabda, "Air Zamzam itu sesuai dengan niat meminumnya," jadi panjatkan doamu sambil meminumnya (Ibn Maajah 3062; shahih). 17. Hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar Jaabir ibn Abdullaah (semoga Allah meridhainya) menuturkan bahwa Nabi ﷺ berdoa di Masjid al-Fath pada hari Senin, Selasa, dan Rabu, lalu doanya dikabulkan pada hari Rabu antara Dzuhur dan Ashar. Setelah itu, Jaabir akan menghadap ke waktu ini setiap kali dia menghadapi kesulitan, dan dia akan melihat jawabannya (al-Bukhaari dalam al-Adab al-Mufrad; Ahmad; shahih). Syaikh Al-Albaani menekankan bagaimana Jaabir memperhatikan berkah ini dan mengikuti teladan Nabi. Semoga momen-momen ini mendekatkanmu pada Allah dan mengisi hatimu dengan harapan, seperti yang sudah kulakukan. Ceritakan pengalamanmu juga ya-kita semua butuh suntikan iman. Wa alaikum assalam.